Pangkalpinang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mematangkan persiapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada seleksi penerimaan mahasiswa Sekolah Kedinasan Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) Tahun 2026, agar tertib dan memberikan pelayanan baik kepada peserta.

"Kegiatan ini untuk memastikan seluruh panitia daerah memiliki kesiapan yang sama dalam menyelenggarakan SKD berbasis Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN)," kata Kepala Kanwil Kemenkum Kepulauan Babel, Johan Manurung di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menyatakan rapat persiapan SKD Sekolah Kedinasan (Sekdin) Poltekpin Tahun 2026, guna memastikan teknis pelaksanaan di masing-masing wilayah berjalan lancar, termasuk pembagian tugas panitia, kesiapan sarana dan prasarana, alur registrasi peserta, pengaturan pelaksanaan ujian, serta langkah antisipasi terhadap berbagai kendala yang berpotensi terjadi.

"Melalui persiapan yang matang ini, kita siap mendukung pelaksanaan SKD Sekolah Kedinasan Poltekpin Tahun 2026 agar berlangsung aman, tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan," ujarnya.

Ia mengharapkan seluruh petugas memahami tugas dan alur pelaksanaan dengan baik. Koordinasi terus diperkuat sehingga setiap tahapan seleksi terlaksana secara tertib, transparan, akuntabel, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Sekretariat Jenderal Kemenkum, Sunu Tedy Maranto menekankan pentingnya kesiapan panitia, terutama terkait keamanan dan mitigasi berbagai risiko yang berpotensi muncul selama pelaksanaan ujian.

"Koordinasi dengan petugas keamanan, pengaturan area parkir, keamanan tempat penitipan barang peserta, hingga sterilisasi tempat duduk peserta menjadi sejumlah aspek yang harus dipastikan sebelum pelaksanaan," katanya.

Kepala Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia dan Tata Usaha Biro SDM Sekretariat Jenderal Kemenkum, Tri Dharma Manullang menjelaskan alur pelaksanaan SKD Poltekpin, mulai dari registrasi dan verifikasi peserta, pemeriksaan kelengkapan administrasi, pengarahan tata tertib dan mekanisme ujian, hingga pelaksanaan ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Seluruh tahapan tersebut harus didukung kesiapan sarana dan prasarana serta koordinasi antar panitia guna menciptakan pelaksanaan seleksi yang aman, lancar, dan kondusif," katanya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.