Karhutla berhari-hari, Wabup Kotim minta kepedulian masyarakat cegah kabut asap
Karhutla berhari-hari, Wabup Kotim minta kepedulian masyarakat cegah kabut asap
Rabu, 22 Juli 2026 06:17 WIB
Wakil Bupati Kotim Irawati meninjau pemadaman karhutla di Kilometer 10 Jalan Tjilik Riwut, Sampit, Selasa (21/7/2026). ANTARA/HO-BPBD Kotim
Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Irawati meninjau langsung proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Jalan Tjilik Riwut Kilometer 10 ruas Sampit-Palangka Raya sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengendalian kebakaran.
“Sore ini saya turun langsung memantau proses pemadaman karhutla di kawasan Pal 10. Kebakaran yang telah berlangsung selama dua hari ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas apabila tidak segera dikendalikan,” kata Irawati di Sampit, Selasa.
Disebutkan, bahwa upaya pemadaman di lokasi tersebut telah berlangsung selama dua hari, dikarenakan adanya perluasan kebakaran yang dipengaruhi medan gambut dan kekeringan di wilayah sekitarnya.
Dalam peninjauan itu, Irawati menyampaikan apresiasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim beserta seluruh petugas gabungan yang terus bekerja di lapangan memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas.
Ia menilai kerja keras petugas menjadi bagian penting dalam meminimalkan dampak karhutla, terutama pada musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah.
Irawati juga kembali mengimbau masyarakat, khususnya pemilik lahan dan kebun, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, baik secara sengaja maupun akibat kelalaian yang dapat memicu meluasnya kebakaran.
“Karena karhutla ini dampaknya sangat luas, dapat mengakibatkan kerusakan ekologis, menurunkan keanekaragaman hayati, memperburuk perubahan iklim, serta memicu kabut asap yang mengganggu pendidikan, kesehatan masyarakat, hingga transportasi darat, laut dan udara,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Kotim, sejak Januari hingga 18 Juli 2026, karhutla telah menghanguskan sedikitnya 171,9 hektare lahan. Dalam periode tersebut terdeteksi 423 titik panas (hotspot) dan terjadi 85 kejadian karhutla, dengan 77 kejadian di antaranya berhasil ditangani oleh petugas gabungan.
Ia menegaskan pencegahan karhutla memerlukan keterlibatan seluruh pihak, karena dampak yang ditimbulkan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Oleh sebab itu, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan serta mendukung upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang selama musim kemarau.
“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, mencegah terjadinya karhutla, serta melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, petugas, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar Kotim tetap aman, nyaman dan terbebas dari bencana karhutla,” demikian Irawati.
Baca juga: Pemkab Kotim harapkan pedagang ikut jaga stabilitas harga
Baca juga: Sekolah Rakyat Kotim mulai MPLS pada 30 Juli
Baca juga: BPBD Kotim kaji kenaikan status bencana karhutla
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.