Karhutla Kotim butuh keseriusan bersama, PT Maju Aneka Sawit perkuat dukungan untuk desa

Minggu, 6 September 2026 23:36 WIB

Image Print

Manajemen PT Maju Aneka Sawit menyerahkan bantuan peralatan pemadam kebakaran untuk desa-desa sekitar perusahaan, disaksikan Wakil Bupati Irawati, Dandim 1015/Sampit Letkol Inf. Dwi Candra Setyawan di Posko Satgas Penanganan Karhutla dan Kekeringan di kantor BPBD Kotawaringin Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/Norjani

Sampit (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membutuhkan keseriusan dan respons cepat dari seluruh pihak. Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya risiko kebakaran, upaya pencegahan dan penanganan tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, aparat, dan seluruh elemen yang berada di lapangan.

Untuk membantu masyarakat dan pemerintah mengatasi ancaman karhutla, PT Maju Aneka Sawit (MAS) menyerahkan bantuan peralatan pemadam kebakaran kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk kecamatan dan desa. Bantuan yang diberikan masing-masing berupa dua set peralatan pemadam yang terdiri dari mesin pompa air atau alkon, rol selang pemadam, selang sedot atau spiral, kopling, nozzle, serta masker.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada masing-masing penerima di Posko Satgas Penanganan Karhutla dan Kekeringan, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Sabtu (5/9/2026). Penyerahan turut dihadiri Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati, Dandim 1015/Sampit Letkol Inf. Dwi Candra Setyawan, Wakil Koordinator III Satuan Tugas Karhutla Kotawaringin Timur Rihel, serta jajaran manajemen perusahaan.

Senior Manager Humas PT MAS, Susanto Fitriadi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi karhutla yang terjadi di Kotawaringin Timur.

“Kami sangat serius untuk membantu penanggulangan karhutla. Ketika api masih kecil, kita punya kesempatan lebih besar untuk menghentikannya sebelum menjadi besar. Karena itu, kami ingin ikut memastikan masyarakat dan pemerintah di tingkat desa memiliki peralatan yang bisa digunakan ketika dibutuhkan,” kata Susanto.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, perusahaan, aparat, masyarakat, hingga relawan memiliki peran masing-masing untuk memastikan api dapat ditangani secepat mungkin.

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Kami ingin terus berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten, kecamatan, desa dan masyarakat agar upaya penanganan di lapangan bisa semakin kuat,” ujarnya.

Manajemen PT Maju Aneka Sawit menyerahkan bantuan peralatan pemadam kebakaran untuk desa-desa sekitar perusahaan di Posko Satgas Penanganan Karhutla dan Kekeringan di kantor BPBD Kotawaringin Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/Norjani

Dukungan PT MAS terhadap penanganan karhutla di Kotawaringin Timur telah dilakukan selama lebih dari satu bulan. Selain menurunkan regu pemadam kebakaran dan mengerahkan alat berat, perusahaan juga mengoperasikan helikopter untuk mendukung operasi water bombing, khususnya di wilayah yang membutuhkan penanganan dari udara.

Susanto mengatakan perusahaan akan terus berupaya membantu hingga kondisi karhutla di wilayah tersebut dapat dikendalikan.

“Minggu depan kami juga akan menurunkan tim untuk membantu pemadaman di Kota Sampit dan sekitarnya. Kami juga membantu kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau ini,” katanya.

Bagi perusahaan, dukungan tersebut bukan hanya mengenai pemadaman api, tetapi juga bagaimana masyarakat tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi kemarau. Karena itu, selain respons terhadap kebakaran, PT MAS juga mendukung upaya pencegahan melalui sosialisasi larangan membakar lahan, simulasi penanganan karhutla, serta pembinaan regu Masyarakat Bebas Api (MBA) di desa-desa sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kami ingin upaya ini tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Pencegahan harus dimulai jauh sebelumnya, dan masyarakat menjadi bagian yang sangat penting dalam upaya tersebut,” ujar Susanto.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menunggu api membesar sebelum mengambil tindakan.

“Kami berharap kalau masyarakat melihat ada api kecil, mohon segera dibantu dipadamkan agar tidak sampai menjadi besar. Kalau apinya sudah besar, penanganannya tentu lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama. Yang paling kami khawatirkan adalah ketika kebakaran sampai mengenai kebun atau lahan milik warga. Karena itu, partisipasi masyarakat sangat penting,” katanya.

Wakil Bupati Irawati mengapresiasi manajemen PT Maju Aneka Sawit memberikan bantuan peralatan pemadam kebakaran untuk desa-desa sekitar perusahaan di Posko Satgas Penanganan Karhutla dan Kekeringan di kantor BPBD Kotawaringin Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/Norjani

Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, menyampaikan apresiasi atas dukungan PT MAS dalam membantu pemerintah menghadapi karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.

Irawati mengatakan dirinya melihat langsung keterlibatan PT MAS dalam berbagai kegiatan penanganan karhutla di lapangan. Menurutnya, dukungan perusahaan tidak hanya berupa peralatan pemadam, tetapi juga mencakup kebutuhan masyarakat seperti suplai air dan layanan dasar kesehatan.

“Saya melihat langsung di lapangan keseriusan dari PT MAS, sungguh sangat luar biasa. Mereka bukan hanya membantu penanganan karhutla, tetapi juga dalam hal suplai air dan layanan dasar kesehatan untuk masyarakat,” ujar Irawati.

Menurutnya, kondisi karhutla yang kompleks membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan perusahaan, masyarakat, aparat keamanan, maupun relawan. Ia berharap keterlibatan PT MAS dapat mendorong perusahaan lain untuk mengambil peran yang sama dalam membantu masyarakat dan pemerintah.

“Penanganan karhutla ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kita membutuhkan dukungan semua pihak. Karena itu, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat harus terus diperkuat,” katanya.

Irawati juga mengingatkan agar bantuan peralatan yang telah diberikan tidak hanya disimpan, tetapi dirawat dan dipastikan selalu siap digunakan.

“Peralatan ini harus dijaga dan dipelihara, baik di kecamatan maupun di desa. Jangan sampai ketika dibutuhkan ternyata alatnya tidak siap. Kita tidak mungkin terus-menerus meminta bantuan kepada perusahaan. Karena itu, mari kita jaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pemerintah desa antusias dan mengapresiasi bantuan peralatan pemadam kebakaran dari PT Maju Aneka Sawit di Posko Satgas Penanganan Karhutla dan Kekeringan di kantor BPBD Kotawaringin Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/Norjani

Wakil Koordinator III Satuan Tugas Karhutla Kotawaringin Timur, Rihel, mengatakan bantuan peralatan yang diberikan PT MAS bersama perusahaan lainnya sangat membantu petugas di lapangan.

Menurutnya, keterbatasan jangkauan menjadi salah satu tantangan dalam menangani kebakaran yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan adanya peralatan di tingkat kecamatan dan desa, respons awal terhadap api diharapkan dapat dilakukan lebih cepat.

“Bantuan ini tidak ternilai harganya. Ini membantu mengurangi beban kami di lapangan. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini, khususnya di kecamatan dan desa, kejadian kebakaran bisa lebih cepat ditangani oleh regu damkar di tingkat kecamatan dan desa,” ujar Rihel.

Bagi PT MAS, upaya menghadapi karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Dengan memperkuat kemampuan pemerintah dan masyarakat di tingkat desa, perusahaan berharap respons terhadap api dapat dilakukan sedini mungkin, sebelum api berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.