Kasus ISPA di Barito Selatan meningkat drastis

Kamis, 3 September 2026 10:54 WIB

Image Print

Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan, dr Dadang Baskoro Nugroho saat di wawancarai, Rabu (2/9/2026). ANTARA/Bayu Ilmiawan

Buntok (ANTARA) - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun infeksi saluran pernapasan berat di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, selama Juli hingga Agustus 2026 mengalami peningkatan cukup drastis akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Dari data yang kita miliki, peningkatan paling drastis terjadi mulai Juli. Jika pada bulan Juni 2026, kasus infeksi saluran pernapasan hanya 584 kasus, pada Juli meningkat menjadi 953 kasus dan Agustus 1.123 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan, dr Dadang Baskoro Nugroho di Buntok, Kamis.

Data kasus infeksi saluran pernapasan itu, jelas Dadang, dihimpun dari seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Barito Selatan.

Sementara itu untuk penanganan kasus infeksi saluran pernapasan tersebut, lanjut dia, sebagian besar ditangani pada tingkat puskesmas, terutama ISPA, seperti flu, batuk pilek biasa, faringitis dan tonsilitis.

“Kalau untuk yang kasus berat, seperti pneunomia, dan penyakit paru obstruktif Kronis (PPOK) seperti TB, bronkitis kronis dan emfisema, biasanya masuknya ke rumah sakit,” beber Dadang.

Menanggapi situasi tersebut, kata dia, Dinas Kesehatan Barito Selatan memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama seluruh unsur pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan medis bagi warga terdampak.

Untuk pelayanan kesehatan terpadu juga dikerahkan secara maksimal melalui sinergi antara jaringan puskemas dan rumah sakit daerah.

"Semua unsur terkait, mulai dari Dinkes, RSUD Jaraga Sasameh, hingga 12 puskesmas telah berkolaborasi bahu-membahu melakukan penanganan terhadap masyarakat yang terdampak karhutla," jelasnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan, sebagai langkah antisipasi darurat, posko kesehatan kini telah disiagakan penuh pada setiap unit fasilitas pelayanan kesehatan.

"Fasilitas-fasilitas khusus penanganan respirasi juga didirikan untuk memfasilitasi pertolongan pertama bagi warga yang mengalami sesak napas. Di antaranya rumah oksigen yang kemarin diresmikan bupati," demikian Dadang Baskoro Nugroho.

Baca juga: Legislator Barito Selatan dorong setiap kecamatan miliki armada pemadam kebakaran

Baca juga: Pemkab Barsel tambah anggaran BTT tangani karhutla dan krisis air bersih

Baca juga: Pemkab Barito Selatan ajukan permintaan dukungan water bombing tangani karhutla

Pewarta : Bayu Ilmiawan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.