Jakarta (ANTARA) - Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal Zakaria Ali menyebut pengelolaan posko dan data kebencanaan yang terintegrasi menjadi kunci dalam mempercepat respons tanggap darurat gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

“Pengelolaan posko yang solid dan data yang terintegrasi adalah kunci dalam respons cepat tanggap darurat. Kami mendorong BPBD dan seluruh unsur Forkopimda di Sikka untuk mempertahankan koordinasi yang baik ini, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan mengingat potensi gempa susulan yang masih ada,” kata Safrizal dalam keteranannya di Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikan usai mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam inspeksi ke Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu (19/8), pascagempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah tersebut.

Kunjungan ini sekaligus memastikan langkah-langkah tanggap darurat berjalan optimal serta pelayanan publik tetap terjaga.

Dalam agenda kunjungan, Safrizal bersama Mendagri juga meninjau Pelabuhan Laurentius Say di Maumere.

Berdasarkan laporan Bupati Sikka, gempa bumi telah mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Mendagri menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban, sekaligus memberikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Perhubungan, Syahbandar, dan Otoritas Pelabuhan atas upaya cepat sehingga aktivitas pelayanan di pelabuhan kembali berjalan normal meski beberapa bangunan mengalami kerusakan.

Kepala Syahbandar melaporkan bahwa operasional tetap lancar berkat sistem digitalisasi pelayanan yang dilengkapi mekanisme cadangan (backup). Mendagri menekankan agar jajaran tetap waspada terhadap potensi gempa susulan berskala kecil yang menurut prediksi BMKG masih berpotensi terjadi dalam 2–3 minggu ke depan.

Sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana, Mendagri menyerahkan bantuan tali asih kepada keluarga almarhumah Maria Diana Meliana, salah satu korban meninggal dunia akibat gempa di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyampaikan dukungan moral dan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan, menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk meringankan beban masyarakat.

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik yang dikelola BPBD Kabupaten Sikka.

Mendagri memberikan apresiasi atas manajemen posko yang dinilai sangat baik, detail, dan komprehensif dalam menyajikan data kebencanaan. Sistem ini dinilai mendukung koordinasi lintas sektor serta pengambilan keputusan cepat di lapangan.

Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh dan berkoordinasi intensif guna memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi dengan baik.

Baca juga: Pelni: KM Tidar tiba di Maumere bawa bantuan untuk korban gempa NTT

Baca juga: Gibran ke NTT, libatkan mahasiswa UI bantu trauma healing korban gempa

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.