Ruben Onsu Minta Audit Nafkah Anak, Sarwendah Balas Tantang Audit Kesehatan
Jakarta -
Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah pasca-perceraian kini memasuki babak baru yang semakin memanas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tidak hanya berkutat pada masalah hak asuh anak, kedua belah pihak kini terlibat aksi saling tantang terkait transparansi finansial dan kondisi kesehatan yang menjadi pemicu gagalnya mediasi.
Ketegangan bermula ketika pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menyinggung soal rencana audit terhadap nafkah anak yang selama ini dikirimkan rutin setiap bulan.
Ruben Onsu menginginkan adanya kejelasan penggunaan dana tersebut, tapi langkah ini justru memicu reaksi keras dari pihak Sarwendah yang menganggap permintaan tersebut tidak lazim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami siap untuk menyampaikan pertanggungjawaban pelaporan terhadap itu ya. Saya pastikan sekali lagi, kami siap menyampaikan pertanggungjawaban pelaporan terkait dengan biaya yang pernah diberikan," kata kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026).
Chris Sam Siwu menjelaskan nominal dana yang diberikan Ruben Onsu bukan murni nafkah pribadi untuk kliennya, melainkan biaya untuk anak-anak. Ia menegaskan pihak Sarwendah selalu mencatat poin-poin pengeluaran sebelum menagihkannya kepada pihak Ruben Onsu, sehingga permintaan audit dinilai sebagai sesuatu yang berlebihan untuk urusan rumah tangga.
"Tetapi ya lucu aja ya. Audit itu kan biasa untuk perusahaan, untuk karyawan. Kalau yang mereka lakukan ini untuk kehidupan anak, anak makan bakso di pinggir jalan lalu diminta bon bakso, ini kan agak menurut saya agak gak lazimlah buat kami lawyer," ujar Chris Sam Siwu.
Sebagai balasan atas tuntutan audit tersebut, pihak Sarwendah melayangkan tantangan balik. Mereka menuntut dilakukan audit kesehatan terhadap Ruben Onsu sebagai syarat untuk keamanan bagi anak-anak.
"Klien kami tegaskan tidak keberatan itu (audit nafkah) dilakukan. Klien kami gak ada masalah karena semua buktinya ada. Tetapi yang lazim sebenarnya adalah audit kesehatan buat kami ya. Kalau dia memang mau meminta audit nafkah atau biaya pemeliharaan dan pendidikan itu, kita juga minta audit kesehatan terhadap klien Bang Minola," tegas Chris Sam Siwu.
Di sisi lain, Minola Sebayang selaku kuasa hukum Ruben Onsu mempertanyakan mengapa isu kesehatan dan syarat-syarat tersebut baru muncul saat ini. Ia berpegang teguh pada Akta 39 yang telah disepakati kedua belah pihak di hadapan notaris, yang menyatakan presenter berusia 43 tahun itu memiliki hak bertemu anak tanpa syarat apa pun.
"Kalau memang benar itu ada dan itu membahayakan, harusnya dari awal kan itu sudah diatur. Loh, dia mengatakan, 'Oh ini kita tidak atur karena kita gak mau mengatur hal-hal yang sensitif'. Loh, tapi kan tetap harusnya bisa diakali dengan bahasa misalnya dengan syarat-syarat yang ditentukan di kemudian hari, boleh. Ini gak ada, tanpa syarat," ujar Minola Sebayang.
(ahs/pus)