Kemendikdasmen sebut kompetensi kurikulum SMK beri peluang karier robotik
Kemendikdasmen sebut kompetensi kurikulum SMK beri peluang karier robotik
Jumat, 17 Juli 2026 16:38 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat pembinaan kepada pegawai UPT Kemendikdasmen se-DIY yang dirangkai pembukaan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Pola Blended Magang Gelombang 2 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Yogyakarta. Rabu (8/7/2026) (Antara/HO-Biro Komunikasi dan Humas Kemendikdasmen)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan kompetensi keahlian yang diajarkan melalui kurikulum SMK, memberikan peluang kepada para lulusan untuk dapat berkarier pada bidang robotika.
Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan mengatakan banyak kompetensi keahlian pada kurikulum SMK yang telah menjadi fondasi bagi pengembangan karier pada bidang robotika, seperti teknik mekatronik, teknik elektronika industri, teknik otomasi industri, teknik permesinan, teknik tenaga kelistrikan, teknik rekayasa perangkat lunak, dan TKJ
“Nah, ini modal kompetensi keahlian yang sudah dikembangkan di SMK yang tentunya ke depan itu tidak lagi bisa berdiri sendiri-sendiri, karena kita saat ini sedang berada pada zamannya multi skill atau multi disiplin ilmu. Maka modal yang sudah dimiliki oleh SMK ini perlu diperkuat agar selaras dengan perkembangan teknologi industri,” kata Arie dalam webinar bertajuk Menciptakan Masa Depan: Robotika sebagai Peluang Karier bagi Murid SMK di Jakarta Pusat pada Jumat.
Secara khusus pada bidang robotika, ia mengakui masih banyak SMK yang belum memiliki laboratorium maupun peralatan robotik yang sesuai dengan standar industri.
Di samping itu, pihaknya juga menilai masih sedikitnya jumlah guru dan tenaga kependidikan yang memiliki pengalaman praktik kerja lapangan dalam bidang robotika.
Karena itu, demi memacu penyelarasan antara kurikulum SMK dengan kebutuhan standar industri, pihaknya terus memperkuat kegiatan belajar mengajar pada jenjang SMK, baik melalui perbaikan sarana dan prasarana maupun kompetensi para guru dan tenaga kependidikan.
Di samping itu, pihaknya juga terus menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra industri terkait, guna memberikan sesi pembelajaran langsung dari para pakar maupun memberikan kesempatan magang kepada para murid dan lulusan SMK pada bidang robotika.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa membangun ekosistem pendidikan, vokasi dan dunia usaha dan industri yang berkelanjutan bukan sekedar program, melainkan sebuah gerakan bersama, SMK juga harus adaptif, industri harus kolaboratif, dan pemerintah harus supporting,” katanya.
Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026