Kemendukbangga/BKKBN Kaltim perkuat Bangga Kencana cetak keluarga berkualitas - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) untuk mencetak keluarga berkualitas.
"Keluarga berkualitas ini meliputi keluarga sehat, bahagia, mandiri, dan berkarakter. Kemudian mengatur laju pertumbuhan penduduk agar seimbang melalui perencanaan keluarga yang matang,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Sunarto di Samarinda, Sabtu.
Tujuan lain dari program Bangga Kencana adalah untuk menurunkan prevalensi tengkes (stunting) agar lahir generasi masa depan yang sehat dan cerdas, guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dalam memperkuat program ini, BKKBN Kaltim pun aktif berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim hingga pemerintah kabupaten/kota, agar proses percepatan terhadap turunan program Bangga Kencana seperti Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting) dan lainnya dapat dilakukan.
Sejumlah kabupaten/kota yang telah dilakukan koordinasi antara lain Pemkab Berau, Pemkot Balikpapan, Pemkot Samarinda, Pemkab Paser, Pemkab Penajam Paser Utara, dan Pemkab Kutai Timur (Kutim).
"Tujuan kami adalah ingin mengakselerasi sejumlah program Bangga Kencana, terutama program prioritas seperti Genting, Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Lansia Berdaya (Sidaya), dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)," ujar Sunarto.
Sejumlah program tersebut, kata dia, sebenarnya sudah berjalan di Kabupaten Kutim, namun masih perlu ditingkatkan agar hasilnya maksimal dan dampaknya bisa lebih luas.
Di Kaltim, lanjut dia, pada 2026 ini target ayah atau calon ayah terlibat GATI sebanyak 15.959 orang, dengan capaian hingga Mei sebanyak 8.171 orang atau 51,2 persen.
Sementara di Kabupaten Kutim, dari target 1.490 orang, baru tercapai 679 orang atau 45,57 persen, termasuk kategori sedang. Sedangkan yang paling tinggi adalah Kabupaten Berau yang mencapai 85,53 persen, dari target 1.265 orang, sampai Mei sudah tercapai 569 orang.
Selain membahas pelaksanaan program, Sunarto juga mengevaluasi serapan dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) di Kutim yang hingga pertengahan tahun 2026 masih rendah.
"Realisasi penyerapan anggaran BOKB di Kutim baru sekitar 20 persen, padahal syarat pencairan tahap kedua minimal 30 persen dari total anggaran. Hal ini perlu segera mendapat perhatian agar pelayanan keluarga berencana dan pembangunan keluarga lancar," katanya.
Pewarta: Novi Abdi
Editor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.