Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, gencar membentuk karakter anak menjadi kuat sejak dini melalui pendampingan hingga pendidikan tanpa kekerasan, baik kekerasan fisik maupun verbal agar anak bahagia dan memiliki kepercayaan diri melakukan banyak hal.

"Saat mendidik anak usia dini maupun masih duduk di PAUD, jangan dengan cara kasar, jangan bentak anak. Cari celah dengan cara yang paling baik agar mereka tumbuh dengan nyaman, tidak tertekan secara psikologis sehingga ke depan memiliki karakter kuat," ujar Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Sabtu.

Masa depan Indonesia, lanjutnya, sangat bergantung pada kualitas generasi yang tumbuh saat ini, termasuk anak-anak yang masih berada di bangku pendidikan usia dini, sehingga mereka harus mendapat pendidikan dan pendampingan layak baik di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah.

Ia pun mengajak seluruh orang tua hingga tenaga pendidik membangun pola pengasuhan yang penuh kasih sayang serta menghindari kekerasan verbal maupun fisik terhadap anak usia dini.

"Cara mendidik secara lembut dan menyenangkan akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis anak sekaligus membentuk karakter kuat. Mereka akan menjadi generasi yang disiapkan untuk menyambut Indonesia Emas 2045," katanya.

Menurutnya, proses pendidikan harus berlangsung dalam suasana yang nyaman, menyenangkan, dan ramah anak sehingga mampu menumbuhkan semangat belajar tanpa tekanan yang akhirnya membuat anak semangat belajar.

Bupati juga mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak melalui kebiasaan mengonsumsi susu dan ikan, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang sehat dan cerdas, karena pola pengasuhan yang baik juga harus didukung dengan pemenuhan gizi seimbang.

Saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Kantor Camat Sangatta Utara, Rabu (23/7), bupati juga menyebut pentingnya pendidikan dan pembinaan yang harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Dalam peringatan HAN tersebut dihadiri sekitar 4.000 anak dari taman kanak-kanak (TK), kelompok bermain (KB), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) se-Kecamatan Sangatta Utara. Mereka terlihat ceria karena minum susu dan makan ikan bersama, serta mengikuti senam, berbagai permainan, hingga lomba.

Pewarta: Novi Abdi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.