Kemenekraf: Fotografi ponsel bisa jadi modal pacu perekonomian daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 20:27 WIB

Image Print

Peserta fotografer dan videografer lokal di Aceh Tamiang saat mengikuti program Cerita Pulih: Pelatihan Fotografi dan Storytelling, di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (27/8/2026). ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif

Jakarta (ANTARA) - Direktur Penerbitan dan Fotografi Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Iman Santosa mengatakan program kegiatan Kemenekraf dalam rangka pemulihan ekonomi daerah terdampak bencana melalui pelatihan pengembangan kemampuan dasar fotografi menggunakan ponsel, dapat menjadi modal untuk memacu nilai tambah ekonomi di daerah.

“Keterampilan dasar tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan fotografi secara lebih lanjut, baik sebagai hobi maupun sebagai keterampilan yang dapat mendukung peluang ekonomi kreatif di Kabupaten Aceh Tamiang,” kata Iman kepada ANTARA, di Jakarta, Jumat.

Iman mengatakan kegiatan program Cerita Pulih: Pelatihan Fotografi dan Storytelling yang diikuti 70 fotografer dan videografer lokal di Aceh Tamiang dilaksanakan dengan praktik fotografi secara langsung. Xiaomi Indonesia turut mendukung kegiatan melalui penyediaan perangkat telepon genggam untuk praktik.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi dari Nurul Fauziah dan Ferdy Siregar yang mencakup pengembangan kemampuan fotografi, storytelling, serta keterampilan menulis, termasuk pemahaman mengenai peluang komersialisasi karya melalui platform fotografi stok, media sosial, dan kanal digital lainnya.

“Walaupun menggunakan handphone, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan dasar fotografi, yang meliputi pengenalan kamera, teknik pengambilan gambar, pencahayaan, komposisi, serta pengenalan sudut pandang dalam menghasilkan foto yang menarik dan memiliki nilai visual,” kata Iman.

Dalam pelatihan tersebut, Xiaomi Indonesia juga memberikan apresiasi berupa doorprize kepada peserta dengan karya terbaik, sementara Faber Castell Indonesia memberikan dukungan berupa alat tulis sebagai hadiah bagi peserta terbaik yang meraih juara 1, 2, dan 3 dalam kegiatan praktik fotografi dan storytelling.

Iman mengatakan sebagai salah satu output kegiatan, karya foto dokumentasi yang dihasilkan peserta selama pelatihan akan dihimpun menjadi sebuah buku dokumentasi.

Buku tersebut akan menjadi arsip visual yang merekam proses rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi kreatif pascabencana di Aceh Tamiang sekaligus menjadi dokumentasi pelaksanaan program Kementerian Ekraf.

Hasil praktek fotografi yang dihasilkan oleh peserta selama kegiatan juga akan dikurasi dan dikembangkan menjadi katalog fotografi yang menampilkan berbagai potensi Kabupaten Aceh Tamiang, mulai promosi visual hingga pengenalan pariwisata ke masyarakat yang lebih luas.

“Dengan demikian, hasil kegiatan tidak hanya menjadi dokumentasi karya peserta, tetapi juga dapat menjadi media promosi visual yang memperkenalkan potensi Kabupaten Aceh Tamiang kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah,” katanya.

Melalui rangkaian program tersebut, Kementerian Ekraf mendorong pemulihan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas, kreativitas, dan peluang ekonomi masyarakat.

Pewarta : Fitra Ashari
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026