Sorong (ANTARA) - Kementerian Kesehatan RI menugaskan 117 tenaga kesehatan ke sejumlah kabupaten di Provinsi Papua Barat Daya untuk memperkuat pemerataan dan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah itu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Barat Daya Jan Pieter Kambu di Sorong, Kamis, mengatakan 117 tenaga kesehatan tersebut terdiri atas dokter dan tenaga kesehatan penunjang, seperti analis dan apoteker.

"Untuk Papua Barat Daya ada 117 tenaga kesehatan, di antaranya ada dokter, analis dan apoteker," katanya.

Ia menjelaskan sebanyak 52 tenaga kesehatan ditempatkan di Kabupaten Sorong, 40 orang di Kabupaten Tambrauw, 18 orang di Kabupaten Raja Ampat, dan tujuh orang di Kabupaten Sorong Selatan.

Menurut dia, penugasan khusus tersebut merupakan salah satu langkah Kementerian Kesehatan untuk menjawab persoalan pemerataan dan kekurangan tenaga kesehatan di daerah.

"Kehadiran tenaga kesehatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya pada layanan primer yang terintegrasi antara puskesmas, posyandu, pustu, dan klinik," ujarnyaa.

Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinkes Provinsi Papua Barat Daya Derek Solossa mengatakan penugasan periode II dimulai pada 10 September 2026 dengan masa penugasan selama dua tahun.

"Setelah periode pertama selesai dua tahun, dilanjutkan lagi dengan tenaga kesehatan baru di periode kedua ini," ujarnya.

Derek mengatakan kabupaten yang belum memperoleh penugasan pada periode II masih memiliki kesempatan untuk mengusulkan tenaga kesehatan khusus pada periode berikutnya sesuai kebutuhan.

Ia mencontohkan Kabupaten Maybrat yang belum memperoleh alokasi pada periode II, karena terkendala sistem perencanaan kebutuhan melalui aplikasi rencana kebutuhan sembilan jenis tenaga kesehatan di puskesmas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tambrauw Bernadus mengatakan daerahnya memperoleh alokasi 40 tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di 15 puskesmas.

Ke-40 tenaga kesehatan tersebut terdiri atas bidan, tenaga kesehatan lingkungan, analis, tenaga farmasi, apoteker, dan satu dokter umum.

"Dari 40 orang itu masing-masing spesifikasi bidan, Kesehatan Lingkungan, analis, Sarjana Farmasi, apoteker, dan hanya satu dokter," katanya.

Bernadus mengatakan para tenaga kesehatan tersebut mendapat kontrak penugasan selama dua tahun.

Pemerintah Kabupaten Tambrauw juga menyiapkan rumah dinas yang telah tersedia di sejumlah puskesmas untuk mendukung pelaksanaan tugas.

Ia berharap para tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan secara optimal sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah penempatan.

"Tenaga medis yang hadir bukan sekadar sebagai penyambung hidup, tetapi utamanya adalah melayani masyarakat," ujarnya.

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.