TNI AL: Temuan pelampung belum bisa dipastikan milik jurnalis - ANTARA News Jambi
Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul membenarkan pihaknya menemukan satu pelampung saat mencari lima jurnalis yang hilang kontak di laut wilayah Anak Krakatau.
Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah pelampung tersebut milik salah satu para jurnalis ataupun awak kapal.
"Hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah pelampung yang ditemukan tersebut merupakan milik lima jurnalis yang hilang kontak atau tidak," kata Tunggul saat dikonformasi ANTARA di Jakarta, Kamis.
Tunggul menjelaskan, pelampung tersebut ditemukan oleh KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten saat melaksanakan proses pencarian pada hari ketiga di sebelah barat Perairan Cikoneng-Labuan, yaitu perairan yang berada di dekat Anyer, Banten, Kamis (10/9).
Tunggul melanjutkan, hingga saat ini pihaknya masih memeriksa pelampung tersebut untuk mencari tahu keterkaitannya dengan para jurnalis yang hilang.
"TNI AL dan tim gabungan masih melakukan pemeriksaan serta pencarian lebih lanjut untuk memastikan keterkaitan temuan tersebut dengan para jurnalis yang tengah dicari," jelas dia
Sebelumnya, lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda pada Senin (7/9). Kelima jurnalis tersebut, yakni M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA Biro Banten), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Kantor Berita Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas).
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten terus mengoptimalkan operasi SAR dengan menerjunkan Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 untuk mendukung pencarian itu.
"Helikopter HR-3604 berangkat dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB dan direncanakan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada pukul 12.52 WIB. Rute penerbangan meliputi JIExpo Kemayoran – Pantai Carita – BPBD Banten – Helipad/JIExpo Kemayoran," kata Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad.
Dia menjelaskan helikopter tersebut membawa tujuh orang, dimana langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pencarian melalui dukungan udara, khususnya dalam pemantauan wilayah operasi SAR di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung
Pewarta: Walda Marison
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.