Riyadh -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk membatasi perjalanan imbas serangan milisi Houthi.

Juru bicara II Kemlu, Vahd Nabyl menyampaikan agar WNI di Saudi tidak melakukan perjalanan yang tidak mendesak menyusul situasi yang sedang memanas di Arab Saudi.

"Membatasi perjalanan yang tidak mendesak. Selebihnya tentang perlu waspada dan memantau status penerbangan," kata Nabyl saat ditanya lebih lanjut apakah ada imbauan untuk menunda perjalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataan resmi yangdikirimkan Nabyl dijelaskan bahwa KBRI Riyadh mengimbau WNI di Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat.

"WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi diimbau untuk memastikan kembali status penerbangannya kepada maskapai masing-masing dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun KBRI Riyadh," ungkap dia.

Kemlu, KBRI Riyadh, dan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan situasi terkini dan mengambil langkah-langkah pelindungan yang diperlukan guna memastikan keselamatan WNI di Saudi.

"Termasuk menyiapkan rencana kontijensi sekiranya keadaan semakin memburuk," imbuh dia.

Beberapa hari terakhir, Houthi menggempur sejumlah wilayah di Arab Saudi. Serangan itu menyasar fasilitas strategis, seperti Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Serangan tersebut mengakibatkan 13 orang tewas dan sekitar 300 lainnya mengalami luka-luka. Nabyl memastikan tak ada WNI yang menjadi korban meninggal dunia maupun menjadi korban luka per 12 Oktober akibat serangan Houthi.

KBRI Riyadh akan terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta memantau perkembangan informasi terkini termasuk dari sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya untuk memastikan kondisi WNI.

Saat ini, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi dan memberikan pelayanan kekonsuleran serta pelindungan WNI. WNI yang membutuhkan bantuan bisa menghubungi hotline KBRI Riyadh (di nomor +966 569173990) dan hotline KJRI Jeddah (di nomor +966 503609667).


--------

Artikel telah tayang di CNN Indonesia.

(wsw/wsw)