Ayu Rachmaningtyas

| 16 Agustus 2026, 12:24 WIB

Kemenpar Pastikan Keselamatan Wisatawan di Kawasan Destinasi Super Prioritas Floratama

Wisatawan mengemasi barang dari Hotel Jayakarta usai gempa mengguncang Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (15/8/2026). - Foto: Antara Foto/Gecio Viana

AKURAT.CO Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) memastikan keselamatan wisatawan dan mengoordinasikan langkah-langkah penanganan darurat, pascagempa bumi yang mengguncang kawasan Mbay - Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Biro Komunikasi Kemenpar menyampaikan, gempa utama yang berpusat pada kedalaman 15 km di jarak 30 km Mbay - Nagekeo tersebut turut memicu serangkaian gempa susulan yang dirasakan hingga ke wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya (M 6,2 pada pukul 06.13 WITA; M 4,5 pada pukul 06.22 WITA; dan M 5,6 pada pukul 06.37 WITA).

Kementerian Pariwisata memastikan keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama penanganan bencana di kawasan destinasi super prioritas Floratama (Flores, Alor, Lembata, dan Bima).

Baca Juga: Pemerintah Gerak Cepat Tangani Pascagempa, 27 Ton Logistik Sudah Terkirim ke NTT

Sebanyak 986 wisatawan yang sempat tertahan di Pulau Padar akibat penutupan sementara pelayaran, telah berhasil dipulangkan dan tiba kembali dengan selamat di Labuan Bajo setelah maklumat pembukaan pelayaran resmi diterbitkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo.

Seluruh tamu hotel di kawasan Labuan Bajo telah dievakuasi ke titik aman luar gedung, antara lain di kawasan Natas Parapuar dan Lapangan RSUD Komodo. Wisatawan yang sempat dievakuasi ke Puncak Waringin (dari Meurorah Hotel) kini telah kembali ke akomodasi masing-masing.

Operasional penerbangan di Bandara Komodo tetap berjalan normal dengan pembatasan (with restriction) setelah melalui proses pemeriksaan kelaikan teknis. Aktivitas pelayaran laut telah dibuka kembali secara bertahap.

Baca Juga: Pasca Gempat NTT, PLN Pastikan BTS Kembali Teraliri Listrik

Guna memprioritaskan keamanan dan prosedur keselamatan bersama, seluruh rangkaian penutupan Festival Golo Koe di Manggarai Barat (misa, konser, dan pameran UMKM) resmi dihentikan.

Kementerian Pariwisata mengimbau seluruh pelaku usaha pariwisata, wisatawan lokal maupun mancanegara, serta masyarakat luas di wilayah Flores agar tetap tenang, tidak panik, dan selalu memperbarui informasi melalui saluran resmi BMKG, BPOLBF, dan instansi berwenang.

Data serta informasi mengenai dampak gempa dan kondisi sektor pariwisata ini bersifat sementara. Kemenpar akan terus memperbaharui data dan informasi secara berkala mengikuti perkembangan situasi di lapangan serta laporan resmi terkini dari BMKG, BPBD, Basarnas, Pemerintah Daerah, BPOLBF, dan instansi terkait lainnya.