Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) mengumumkan kabar baik mengenai sebanyak 132.272 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) yang berhasil naik kelas atau tergraduasi dari status kemiskinan pada triwulan ketiga tahun 2026.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa angka graduasi tersebut mencakup keluarga penerima manfaat Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Sembako serta Program Keluarga Harapan (PKH).

"Total ada 132.272 KPM yang naik kelas atau graduasi dari bantuan sosial," kata dia.

Dia menyebutkan capaian tersebut terdiri dari 81.000 KPM penerima bansos BPNT/Sembako serta 51.272 KPM penerima bansos PKH yang kini dinilai telah mandiri secara ekonomi.

Pusat Data (Pusdatin) Kemensos mencatat dinamika kelulusan penerima bansos tersebut berpatokan pada data pemutakhiran berkala yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tiga bulan sekali.

Pemutakhiran data BPS yang diterima setiap tanggal 10 per bulan penyaluran disaring kembali oleh petugas BPS dan Kemensos untuk memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan sosial-ekonomi dari pemerintah.

Melalui proses evaluasi dan penyaringan data tersebut, dia memastikan bahwa kondisi ekonomi penerima bansos dipantau secara berkala hingga terdeteksi adanya peningkatan kesejahteraan keluarga.

Adapun selain KPM yang graduasi, pemutakhiran data BPS periode triwulan ketiga ini juga mencatat jutaan KPM yang desil ekonominya naik serta ratusan KPM yang mengundurkan diri secara sukarela dari program bansos.

"Selain graduasi, ada 1.665 keluarga penerima manfaat BPNT mengundurkan diri secara sukarela. Sementara bansos KPM yang dialihkan itu ada 1.641.090 keluarga penerima manfaat. Kenapa dialihkan? Karena yang pertama desil naik dan juga tidak memenuhi kriteria penerima keluarga penerima manfaat. Kesadaran masyarakat ini patut diapresiasi," kata dia.

Saifullah menilai bahwa proses graduasi, mengundurkan diri secara sukarela ini merupakan indikator positif perbaikan pendataan penerima manfaat berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang sedang digencarkan, dengan harapan juga berimplikasi pada tujuan utama yakni mengentaskan kemiskinan berkelanjutan yang dijalankan pemerintah.

"Untuk penyaluran bantuan sosial kita di triwulan ketiga ini sampai sekarang terus berproses. Sudah lebih dari 7 juta yang disalurkan untuk PKH, dan lebih dari 12 juta untuk bantuan pangan non-tunai atau bantuan sembako. Mudah-mudahan sesuai rencana, paling tidak bulan Agustus ini sudah tuntas seluruhnya untuk 18 juta KPM," katanya.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.