Kementerian PU Periksa 2.000 Pegawai Terkait Judol
Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menindaklanjuti temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait ribuan pegawai yang terindikasi melakukan aktivitas judi online ().
Dari sekitar 4.000 pegawai yang teridentifikasi awal, sekitar 2.000 pegawai tengah diperiksa dan diverifikasi lebih lanjut.
Menteri PU Dody Hanggodo telah meminta Inspektorat Jenderal Kementerian PU melakukan pemeriksaan secara serius terhadap temuan tersebut. Ia menegaskan proses pemeriksaan harus berpegang pada bukti dan ketentuan yang berlaku.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau terbukti melanggar, jalankan sanksinya. Kalau ditemukan unsur pidana, lanjutkan melalui proses hukum. Jangan ada yang ditutup-tutupi, dan jangan pula menghukum orang tanpa dasar yang cukup," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9).
"Kementerian PU mengelola pekerjaan dan anggaran negara dalam jumlah yang sangat besar. Karena itu saya menuntut orang-orang di dalamnya memiliki disiplin dan integritas yang sepadan dengan tanggung jawab tersebut," imbuh Dody.
Menurut Dody, penanganan dugaan aktivitas judi online di lingkungan Kementerian PU bukan hanya berkaitan dengan disiplin pegawai.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap aparatur sipil negara dan institusi Kementerian PU.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Inspektorat Jenderal melakukan pemeriksaan dan penelaahan terhadap data awal pegawai yang terindikasi melakukan judol.
Data tersebut kemudian diverifikasi untuk melihat posisi masing-masing pegawai, pola transaksi, tingkat keterlibatan, serta unsur pelanggaran yang dapat dibuktikan.
Inspektur Jenderal Kementerian PU Maulidya Indah Junica mengatakan pihaknya telah memeriksa setiap nama yang masuk dalam temuan tersebut. Ia menegaskan tidak seluruh kasus memiliki kategori dan tingkat pelanggaran yang sama.
"Setiap nama kami periksa berdasarkan data dan bukti yang tersedia. Selanjutnya Inspektorat Jenderal telah menyerahkan hasil verifikasi kepada masing-masing Unit Organisasi untuk ditindaklanjuti dengan proses penjatuhan sanksi disiplin sesuai dengan ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Sementara itu, kasus yang masih membutuhkan pendalaman terus diperiksa satu per satu.
"Kami tidak ingin penanganan temuan yang sudah terverifikasi berhenti tanpa ada tindak lanjut berupa penjatuhan sanksi disiplin," imbuh Maulidya.
Maulidya mengatakan penanganan pegawai dilakukan melalui mekanisme disiplin kepegawaian dengan mempertimbangkan tingkat pelanggaran. Setiap kasus akan ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan.
Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi tindak pidana, termasuk yang berkaitan dengan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010, kasus tersebut akan diteruskan sesuai kewenangan dan mekanisme penegakan hukum yang berlaku.
Dengan demikian, pegawai yang masuk dalam data awal tidak serta-merta dianggap melakukan pelanggaran. Pemeriksaan dan verifikasi dilakukan untuk memastikan tingkat keterlibatan serta pelanggaran berdasarkan bukti yang tersedia.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto mengatakan temuan tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pembinaan dan pengawasan internal pegawai.
"Selain melakukan penanganan terhadap pegawai yang terbukti melakukan pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kami juga melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pembinaan pegawai," kata Apri.
Apri menegaskan setiap pelanggaran yang terbukti akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan diberikan sanksi. Namun, menurutnya, pembenahan sistem pengawasan dan pencegahan juga penting agar potensi pelanggaran serupa dapat terdeteksi dan ditangani sejak dini.
"Kami melihat area mana yang perlu diperkuat, bagaimana upaya pembinaan dapat dilakukan secara lebih efektif, serta langkah-langkah pencegahan yang perlu ditingkatkan agar potensi risiko serupa dapat teridentifikasi dan ditangani sedini mungkin," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(ldy/sfr)