Kepala Bappenas lepas 145 karyasiswa penerima beasiswa tahun 2026
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy melepas 145 karyasiswa penerima beasiswa tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas perencana pembangunan nasional di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
"Kita tidak bisa lepas dari pendidikan dan pelatihan. Kenapa bangsa dan negara bisa maju dan kenapa banyak negara juga yang mengalami kemunduran? Salah satunya adalah persoalan pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia," katanya dalam Ministerial Lecture Karyasiswa Penerima Beasiswa Tahun 2026, sebagaimana keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Pihaknya menegaskan untuk memperkuat sistem perencanaan pembangunan nasional melalui pengembangan sumber daya manusia.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Perencanaan Pembangunan (Pusbindiklatren) Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan seleksi beasiswa pendidikan bagi peserta dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Seleksi tersebut menjaring 145 karyasiswa, terdiri atas 49 peserta internal Kementerian PPN/Bappenas melalui beasiswa internal BEST, 35 peserta melalui Beasiswa Afirmasi, 52 peserta melalui Beasiswa Cost Sharing, lima peserta melalui Australia Awards, dan dua peserta melalui beasiswa universitas di Singapura.
Acara pelepasan karyasiswa ini menjadi ajang pembekalan, orientasi, sosialisasi antar karyasiswa dan mitra pendidikan, sekaligus penguatan sense of belonging bagi seluruh karyasiswa terpilih.
"Kementerian PPN/Bappenas berupaya hadir untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan yang sesuai. Kami yakin ini menjadi sangat penting untuk menghasilkan kebijakan yang berkualitas dan dapat diimplementasikan di masyarakat," ujar Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Teni Widuriyanti.
Dalam menjalankan peran untuk memberikan arah kebijakan pembangunan nasional jangka pendek, menengah, dan panjang, lanjut dia, Bappenas membutuhkan perencana pembangunan yang kompeten dan adaptif.
Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi instrumen strategis untuk menjaga mutu kebijakan, integrasi perencanaan lintas sektor, dan keberlanjutan agenda pembangunan nasional.
"Kesenjangan pertama adalah kesenjangan karena pendidikan. Pendidikan yang mengubah pengetahuan, pendidikan yang mengubah keterampilan, pendidikan yang mengubah sikap. Pada ujungnya, perilaku yang berbuah dan berhasil adalah contoh nyata hasil pendidikan kita," ucap Menteri PPN.
Baca juga: Bappenas: Kesiapan proyek jadi kunci percepat investasi PLTA
Baca juga: Road to Talent Fest 2026 dorong kolaborasi perkuat talenta nasional
Baca juga: Kemdiktisaintek-Bappenas perkuat pendidikan untuk pembangunan negara
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.