Kamis, 24 September 2026 - 22:08 WIB

VIVA – Kamera dashboard atau dashcam kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat untuk merekam perjalanan. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat perangkat ini mulai memiliki kemampuan untuk mengenali kondisi jalan, membaca perilaku pengemudi, hingga memberikan peringatan ketika muncul potensi bahaya.

Baca Juga

Perubahan tersebut terlihat dari sejumlah produk dashcam terbaru yang menggabungkan kamera dengan teknologi pemantauan berbasis AI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teknologi AI nantinya akan mendeteksi sejumlah risiko seperti kendaraan yang terlalu dekat, perpindahan jalur, penggunaan ponsel ketika mengemudi, kelelahan, hingga gangguan konsentrasi. Sistem juga dapat memberikan peringatan suara secara langsung di dalam kendaraan.

Baca Juga

Kehadiran AI membuat dashcam memiliki peran yang lebih aktif. Jika kamera konvensional hanya menyimpan rekaman untuk digunakan setelah terjadi insiden, dashcam berbasis AI dapat menganalisis situasi ketika kendaraan sedang berjalan.

Teknologi ini terutama menarik untuk kendaraan operasional atau perusahaan yang memiliki banyak kendaraan. Data dari kamera dapat membantu pengelola armada mengetahui pola berkendara dan berbagai kejadian berisiko.

Baca Juga

Bahkan nantinya teknologi ini menggabungkan kamera, perangkat telematika, dan sistem pembinaan pengemudi dalam satu platform. Dengan begitu, rekaman tidak hanya menjadi bukti visual, tetapi juga dapat digunakan sebagai bagian dari sistem pemantauan keselamatan berkendara.

Teknologi AI juga mulai digunakan untuk mengenali objek di sekitar kendaraan. Tidak lupa juga disematkan sistem Advanced Driver-Assistance Systems (ADAS) yang memberikan peringatan mengenai perpindahan jalur, potensi tabrakan dari depan, kendaraan yang bergerak, hingga risiko tabrakan dengan pejalan kaki.

Perlu diketahui, Menurut Kepolisian Negara Republik Indonesia, dikutip VIVA Kamis, 24 September 2026, faktor manusia menjadi penyebab pada 95 persen dari 148.798 kecelakaan lalu lintas yang tercatat pada 2023, yang menelan lebih dari 22.000 korban jiwa, atau lebih dari 60 orang setiap hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk membantu perusahaan menangani risiko tersebut dari sumbernya, Cartrack meluncurkan AI Dash Pro di Indonesia, sebuah dashcam berteknologi AI yang mendeteksi perilaku berkendara berisiko saat sedang berlangsung dan memberi pengemudi serta manajer kesempatan untuk bertindak sebelum kecelakaan terjadi.

"Teknologi memiliki tanggung jawab bersama untuk mengambil tindakan. Kami telah mengidentifikasi risiko seperti kelelahan dan distraksi saat risiko tersebut terjadi, sehingga pengemudi dapat bertindak sebelum risiko berkembang menjadi kecelakaan," kata Carmen Calisto, Chief Strategy & Marketing Officer di Cartrack.

Halaman Selanjutnya