Andi Syafriadi

| 24 September 2026, 22:09 WIB

OJK: Inovasi Keuangan Digital Harus Berdampak ke Ekonomi Riil

Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta, Kamis. - Dok. OJK

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pengembangan keuangan digital tidak berhenti pada inovasi teknologi, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan sektor jasa keuangan memiliki peran penting dalam menghubungkan inovasi teknologi dengan kebutuhan sektor riil, termasuk pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perumahan, hilirisasi, serta infrastruktur.

Hal tersebut disampaikan Friderica dalam sambutannya pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026 di Jakarta, Kamis.

"Inovasi keuangan adalah mesin yang seharusnya menjadi penggerak sistem keuangan untuk memperbaiki ekonomi riil di suatu negara. Inilah tolok ukur yang kita gunakan dalam menilai setiap inovasi. Tidak hanya melihat inovasi itu canggih secara teknologi, tetapi apakah teknologi itu berdampak, dan terutama dalam menyejahterakan masyarakat Indonesia," kata Friderica.

Baca Juga: POJK Demutualisasi BEI Terbit, Pemegang Saham Baru Masih Berproses

Menurut Friderica, inovasi keuangan digital dapat memberikan nilai tambah melalui perluasan pembiayaan UMKM, perumahan, hilirisasi, dan infrastruktur. Digitalisasi juga dinilai dapat menurunkan biaya transaksi serta menjangkau masyarakat di daerah yang selama ini belum mendapatkan layanan keuangan secara optimal.

OJK, kata Friderica, memfokuskan kebijakan pengembangan keuangan digital pada empat agenda. Keempatnya mencakup tata kelola dan regulasi yang adaptif, keamanan siber dan pelindungan konsumen, pengembangan talenta digital, serta sinergi lintas otoritas di tingkat pusat dan daerah.

Namun, pengembangan tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan keamanan.

"Keamanan siber dan pelindungan konsumen itu tidak bisa ditawar," tegasnya.

Baca Juga: OJK Minta Himbara Tak Kejar Besaran Kredit, Utamakan Manajemen Risiko

Friderica mengatakan transformasi keuangan digital membutuhkan kerja sama pemerintah dan kementerian/lembaga lain, termasuk Bank Indonesia. Sinergi tersebut diperlukan agar transformasi ekonomi dan keuangan digital dapat berjalan secara aman, inklusif, dan produktif.