Aceh Timur (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI membantu 4,3 juta benur udang vaname untuk membantu memulihkan budi daya perikanan di Aceh Timur yang terdampak banjir hidrometeorologi.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky di Aceh Timur, Rabu, mengatakan bantuan benur tersebut menjadi langkah awal pemerintah dalam menghidupkan kembali aktivitas budi daya masyarakat setelah banjir menyebabkan kerusakan pada sejumlah tambak.

"Sebanyak 4,2 juta ekor benur udang vaname bantuan KKP RI mulai ditebar untuk membantu memulihkan usaha pembudi daya tambak di Aceh Timur yang terdampak banjir akhir November 2025," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky pada penebaran perdana benur udang di areal tambak Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak.

Bantuan tersebut disalurkan melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee untuk lahan tambak seluas 120 hektare. Penebaran awal mencakup lima gampong di Kecamatan Peureulak, yakni Matang Peulawi, Cot Keh, Cot Muda Itam, Pasir Putih dan Paya Lipah.

"Penebaran benur tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bagi masyarakat yang membudidayakan perikanan," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Bupati mengatakan pemerintah daerah terus mendata sektor perikanan yang terdampak bencana, mulai kerusakan tambak hingga kapal-kapal nelayan. Pendataan tersebut untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perhatian dan dukungan untuk kembali menjalankan usahanya.

Baca: 30 ribu hektare tambak rakyat di Aceh rusak akibat banjir

Ia menyebutkan Kabupaten Aceh Timur memiliki sekitar 18.810 hektare tambak yang tersebar di kawasan pesisir. Khusus di Kecamatan Peureulak, terdapat sekitar 2.156 hektare tambak dan sekitar 313 hektare di antaranya terdampak banjir.

Menurut dia, pemulihan tambak tidak cukup hanya dengan memberikan benih karena sejumlah infrastruktur tambak turut mengalami kerusakan akibat banjir.

"Banjir tidak hanya merusak petakan tambak dan kolam, tetapi juga menyebabkan tanggul jebol, pintu air rusak serta terjadi pendangkalan saluran akibat sedimentasi lumpur yang menghambat sirkulasi air," katanya.

Oleh karena itu, Iskandar Usman Al-Farlaky mengapresiasi dukungan KKP RI melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee yang telah membantu pemulihan ekonomi masyarakat pembudi daya terdampak banjir.

Ia berharap benur yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga tambak masyarakat kembali produktif dan mampu membantu memulihkan pendapatan keluarga pembudi daya.

"Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa kembali berusaha. Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dukungan untuk pemulihan sektor perikanan di Aceh Timur dapat terus berlanjut," katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mengawal berbagai usulan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk untuk sektor perikanan.

"Pemerintah kabupaten tidak berdiam dan terus mengawal program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di segala lini. Tentunya, kami berharap pemerintah pusat tidak meninggalkan Aceh Timur dan terus mendorong berbagai bantuan untuk pemulihan ekonomi masyarakat," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Baca: Kerugian perikanan akibat banjir di Aceh Timur capai Rp2,64 triliun

Pewarta: Hayaturrahmah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.