Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Malaysia mempertimbangkan untuk menugaskan petugas kepolisian di dalam area bandara untuk mencegah praktik penyelundupan narkoba, layaknya dilakukan kopilot Malaysia Airlines (MAS) yang tertangkap di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Banten.

"Hal-hal yang melibatkan keamanan penerbangan, perlu ditempatkan anggota Polis Diraja Malaysia, karena saat ini personel yang bertugas adalah dari kalangan polis bantuan (polisi khusus)," kata Menteri Komunikasi Malaysia sekaligus Juru Bicara Pemerintah MalaysiaFahmi Fadzil dilansir ANTARA, Rabu, 5 Agustus.

Selama ini, proses pengecekan barang di bandara Malaysia dilakukan petugas imigrasi dengan dibantu oleh polis bantuan Malaysia.

Di Malaysia, polis bantuan atau polisi khusus merupakan relawan atau orang-orang dari kalangan sipil, yang mengenakan seragam mirip personel polisi dengan tulisan polis bantuan, yang ditugaskan membantu tugas-tugas kepolisian dalam menjaga keamanan di area publik seperti di bandara, stasiun, danwilayah publik lainnya.

Fahmi menuturkan keputusan mengenai penempatan pihak kepolisian di dalam area bandara akan ditentukan setelah pemerintah menerima dan mengkaji laporan detail mengenai kasus oknum kopilot Malaysia.

Pihak kepolisian Malaysia juga sudah diminta menelaah aspek-aspek di bandara yang mungkin dapat menjadi celah penyelundupan narkoba.

BACA JUGA:


"Kita juga perlu tahu siapa saja yang kemungkinan terlibat. Yang terlibat perlu dihadapkan ke pengadilan dan beberapa tindakan menyeluruh perlu diambil untuk memastikan celah dapat ditutup segera," jelasnya.

Saat ini, kasus kopilot Malaysia Airlines berinisial MSO sedang ditangani Kepolisian Republik Indonesia. MSO tertangkap Bea Cukai RI saat berupaya menyelundupkan 70.144 butir ekstasi seberat 26 kilogram (kg) melalui Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.

Di sisi lain otoritas Malaysia juga sedang menyelidiki dugaan keterlibatan staf atau petugas Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) dalam membantu MSO membawa ekstasi keluar dari Malaysia ke Indonesia.

Fahmi Fadzil menyampaikan Pemerintah Malaysia juga mendorong Malaysia Airlines untuk mencermati kembali latar belakang seluruh kru penerbangannya, termasuk membenahi protokol pemeriksaan kesehatan para kru penerbangan, khususnya pilot dan kopilot.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+