Pemerintah Targetkan Pembangunan 1,45 Juta Sambungan Jaringan Gas Rumah Tangga hingga 2029
Rabu, 05 Agustus 2026, 15:50 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Pemerintah menargetkan pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga mencapai 1,45 juta sambungan rumah (SR) sepanjang periode 2025–2029 sebagai bagian dari upaya memperluas pemanfaatan gas bumi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.
Kepala Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan, pembangunan jargas menjadi salah satu proyek strategis nasional yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
"Secara total, pembangunan jargas tahun 2025 hingga 2029 diproyeksikan mencapai 1,45 juta sambungan rumah," kata Qodari dalam update PHTC di Kantor Bakom, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, target tersebut akan didukung melalui tiga skema pendanaan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta investasi badan usaha milik negara (BUMN).
Dari total target tersebut, pemerintah telah membangun 949.008 sambungan rumah di berbagai daerah. Sebanyak 703.308 sambungan didanai APBN dan 245.700 sambungan berasal dari pendanaan non-APBN.
Kemudian, pemerintah menargetkan pembangunan 959.232 sambungan rumah selama periode 2016-2018. Program ini nantinya akan diprioritaskan di Kabupaten Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Lamongan, Cirebon, Jombang, dan Pasuruan.
Menurut Qodari, kebutuhan anggaran pembangunan dihitung menggunakan pendekatan sekitar Rp10 juta per sambungan rumah. Namun, nilai tersebut masih dapat berubah menyesuaikan hasil perencanaan teknis, kondisi lapangan, lokasi pembangunan, hingga hasil proses pengadaan.
Baca Juga: Pemerintah Targetkan 1,45 Juta Sambungan Jargas hingga 2029, Butuh Dana Rp10 Juta per Rumah
Baca Juga: OJK Resmi Bentuk Satgas BMKS, Bursa Mineral Segera Meluncur
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi, Pembangunan Pipa Gas Dusem Terus Dikebut
Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pembangunan jargas pada periode 2025–2026 menargetkan 119.379 sambungan rumah. Angka tersebut meningkat dibanding target sebelumnya sebanyak 115.264 sambungan setelah adanya tambahan 1.765 sambungan di Kota Jambi, 2.000 sambungan di Kota Bontang, dan 350 sambungan di Kabupaten Gresik.
Qodari menambahkan, pemerintah akan memastikan kesiapan pasokan gas di setiap wilayah sebelum pembangunan dilakukan. Hal itu mencakup ketersediaan sumber gas, volume kebutuhan pelanggan, keberlanjutan pasokan selama masa operasi, serta kesiapan jaringan transmisi dan distribusi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.