Korem 081/DSJ kirim personel tangani karhutla di Kalimantan-Sumatera - ANTARA News Jawa Timur
Madiun (ANTARA) - Korem 081/DSJ mengirimkan sejumlah personel untuk membantu penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto dalam keterangannya di Madiun, Kamis mengatakan pengiriman personel tersebut menindaklanjuti instruksi atasan guna penanganan karhutla di Tanah Air yang lebih optimal.
"Sesuai perintah, total ada delapan personel yang kami kerahkan, terdiri dari satu Pamen (Perwira Menengah) dan tujuh Pama (Perwira Pertama). Siang ini mereka langsung berangkat dari Lanud Halim Perdana Kusuma menuju tempat tugasnya masing-masing," ujarnya.
Danrem menyebut, para perwira tersebut nantinya akan mengemban tugas sebagai tim penyuluh bencana karhutla di sejumlah wilayah yang terdampak. Mereka akan memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat terkait pencegahan serta penanganan karhutla.
Keterlibatan prajurit Korem 081/DSJ itu merupakan bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah menangani bencana sekaligus mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi saat ini.
"Tugas ini merupakan bentuk pengabdian dan kepedulian TNI guna membantu pemerintah dalam penanganan karhutla, khususnya melalui edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat," kata Untoro.
Menurut dia, upaya pencegahan menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Karena itu, masyarakat perlu terus diberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak pembukaan lahan dengan cara membakar.
"Terlebih di saat musim kemarau seperti saat ini, kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas," katanya.
Danrem Untoro juga menegaskan, penugasan tersebut menjadi wujud nyata kesiapsiagaan satuan dan prajuritnya dalam menjalankan tugas di luar wilayah teritorialnya.
"Sebagai prajurit, kapanpun dibutuhkan, tentunya kami akan selalu siap hadir untuk membantu seperti dalam menghadapi bencana karhutla, meski itu di luar wilayah kami," kata dia.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.