KPK tanamkan nilai antikorupsi kepada siswa SD di perbatasan RI-RDTL

Kamis, 23 Juli 2026 19:28 WIB

Image Print

Anggota KPK ketika sosialisasikan antikorupsi kepada pelajar SD di Kabupaten TTU. ANTARA/Ho-KPK

Kupang (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada siswa SD Negeri 2 Tublopo, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, kawasan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief di SD Negeri 2 Tublopo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, TTU, dalam keterangan resmi yang diterima di Kupang, Kamis, mengatakan upaya tersebut merupakan bagian dari program KPK Mengajar sebagai upaya membangun karakter generasi muda sejak usia dini.

Ia menyebut pendidikan antikorupsi merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang berintegritas.

"Program KPK Mengajar tidak serta-merta memberantas korupsi di sekolah dasar. Yang kami lakukan adalah menanamkan bibit kejujuran sejak kecil. Harapannya, 15 hingga 20 tahun ke depan, Kabupaten TTU memiliki pemimpin-pemimpin yang berani dan bersih," katanya.

Menurut Amir, pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga dengan membangun karakter masyarakat sejak dini melalui pendidikan yang menanamkan nilai kejujuran, keberanian, tanggung jawab, dan kepedulian.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti pembelajaran antikorupsi melalui permainan edukatif, pemutaran film, dan simulasi sederhana yang dirancang agar mudah dipahami anak-anak.

Ia juga mengatakan pendidikan antikorupsi akan lebih efektif apabila diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari, seperti mengerjakan tugas secara mandiri, tidak menyontek saat ujian, serta berani menyampaikan kepada guru apabila melihat tindakan yang tidak jujur.

"Keberanian dan kejujuran harus dilatih sejak kecil. Anak-anak perlu dibiasakan untuk berani mengatakan yang benar dan melakukan hal yang benar, meskipun dalam situasi sederhana di lingkungan sekolah," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, KPK juga meninjau kondisi SD Negeri 2 Tublopo yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.

Sekolah yang memiliki 76 peserta didik itu masih menggunakan lantai tanah dan sebagian dinding berbahan bebak. Saat musim hujan, air masuk ke ruang kelas melalui celah-celah dinding sehingga mengganggu proses belajar mengajar.

Amir menilai penguatan integritas harus berjalan seiring dengan penyediaan fasilitas pendidikan yang layak.

"Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat bersama-sama memastikan anak-anak di Desa Tublopo mendapatkan sarana pendidikan yang layak. Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan melanjutkan pembangunan dan memimpin Kabupaten TTU," katanya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 2 Tublopo Obed Selan menyambut baik pelaksanaan program KPK Mengajar di sekolahnya.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat penanaman nilai kejujuran dan keberanian kepada para siswa.

"Harapan kami, nilai keberanian dan kejujuran dapat tumbuh dan mengakar di SD Negeri 2 Tublopo sehingga kelak lahir pemimpin-pemimpin masa depan TTU yang jujur dan berani untuk membawa daerah ini menjadi lebih baik dan maju," katanya.

Obed juga berharap pembangunan gedung permanen bagi SD Negeri 2 Tublopo dapat segera terealisasi. Menurut dia, masyarakat telah menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah, meski sebagian area masih berada dalam kawasan hutan sehingga memerlukan koordinasi dengan pihak terkait.

Program KPK Mengajar merupakan salah satu upaya KPK memperluas pendidikan antikorupsi hingga ke daerah perbatasan dan pelosok Indonesia sebagai bagian dari strategi membangun budaya integritas sejak usia dini.

Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.