REPUBLIKA.CO.ID, DELI SERDANG, – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman meninjau langsung kondisi saluran irigasi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Senin (21/9). Dengan menaiki sepeda motor, ia menyusuri area persawahan untuk memastikan program pemerintah benar-benar mengalirkan air hingga ke lahan petani.

Peninjauan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja ke proyek Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) Program Percepatan Peningkatan Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Lokasi yang didatangi tidak jauh dari tempat pertemuannya dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

"Saya melihat secara langsung bagaimana program P3-TGAI, petani pengguna air. Program ini untuk memastikan bahwa proyek irigasi ini bermanfaat sampai ke petak-petak sawah dan ladang milik petani, dan memastikan air mengalir ke lahan-lahan," ujar Dudung di sela-sela peninjauan.

Dialog Langsung dengan Petani

Selain meninjau fisik saluran, Dudung juga berdialog langsung dengan para petani anggota P3A. Ia mendengarkan pengalaman mereka setelah adanya program perbaikan irigasi tersebut.

"Tadi saya cek, dan ini merupakan suatu kewajiban mutlak dari pemerintah pusat sampai ke bawah. Tadi saya tanya juga kepada masyarakat, dengan adanya program ini air mengalir, kemudian peningkatan produksi padi pun semakin meningkat," katanya.

Dudung menjelaskan, saluran yang ia tinjau adalah jaringan tersier, yakni saluran yang paling dekat dengan lahan petani. Jika jaringan primer dan sekunder menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), jaringan tersier ini dikerjakan langsung oleh masyarakat secara swakelola.

"Selama ini para petani membuat jaringan tersier dibantu oleh Babinsa, mungkin Bhabinkamtibmas. Sekarang mereka sendiri langsung dikasih anggarannya untuk membuat tersier ini," jelasnya.

Anggaran Langsung ke Masyarakat

Melalui program padat karya ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun infrastruktur besar. "Pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur besar seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara, tetapi juga menyiapkan infrastruktur yang berbasis kepada masyarakat, yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat. Anggarannya langsung kepada masyarakat, dengan anggaran dari APBN," ucap dia.

Program P3-TGAI sendiri mendukung pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan. Secara nasional, program ini mencakup 37 provinsi dengan total anggaran mencapai Rp14,63 triliun.

Untuk wilayah Sumatera Utara, program ini menjangkau 21 kabupaten/kota dengan anggaran sebesar Rp527,50 miliar. Di Kabupaten Deli Serdang, program dilaksanakan di 57 titik lokasi dengan target penyerapan 38.475 tenaga kerja. Sementara di Kabupaten Serdang Bedagai, program mencakup 86 titik lokasi dengan target penyerapan 58.050 tenaga kerja.

Dudung menegaskan, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden agar ketahanan pangan nasional tidak bergantung pada impor. Ia meyakini jaringan irigasi yang baik akan mendorong swasembada pangan dan menjaga stabilitas ekonomi petani.

"Saya yakin kualitas irigasi yang diawasi oleh desa, kecamatan, kabupaten, sampai tingkat provinsi ini akan semakin maksimal dan mampu berjalan. Saya mengecek langsung untuk memastikan bahwa program pemerintah ini berjalan lancar. Mudah-mudahan pengembangan ini akan semakin meningkat, tentunya anggaran APBN sekarang betul-betul menyentuh masyarakat," pungkasnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara