Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat, melalui Dinas Pertanian dan Pangan mengembangkan 2.000 bibit bunga krisan di kawasan Payo, Kelurahan Tanah Garam, sebagai percontohan budidaya tanaman hias.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok Joni Harnedi di Solok, Senin mengatakan kawasan Payo dipilih karena memiliki kondisi iklim dan ketinggian yang dinilai sesuai untuk pengembangan bunga krisan.

"Pembibitan bunga krisan sudah berjalan beberapa hari. Setelah ini akan dilakukan monitoring dan perawatan secara berkala, termasuk melihat tanaman yang tidak tumbuh untuk kemudian dilakukan penyulaman," kata dia.

Ia mengatakan 2.000 bibit tersebut ditanam di dalam screenhouse sebagai tahap awal untuk mengamati pertumbuhan dan perkembangan beberapa varietas krisan pada kondisi agroklimat Kota Solok.

Menurut dia, penggunaan beberapa varietas dilakukan untuk mengetahui jenis krisan yang mampu tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga dapat menjadi dasar pengembangan budidaya pada skala lebih luas.

Joni mengatakan bunga krisan memiliki peluang untuk dikembangkan karena kebutuhan terhadap bunga potong dan tanaman hias cukup beragam, termasuk untuk kegiatan, buket bunga, dekorasi dan hiasan ruangan.

"Permintaan bunga krisan di Kota Solok antara lain berasal dari kebutuhan kegiatan, penjual buket dan untuk hiasan ruangan. Ini menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan ke depan," ujarnya.

Ia menjelaskan bunga krisan umumnya dapat dipanen sekitar 8-12 minggu setelah ditanam, meskipun waktu panen dapat berbeda bergantung pada varietas, kondisi lingkungan, teknik budidaya dan musim.

Pengembangan krisan di Payo juga diarahkan untuk memperoleh gambaran teknis mengenai kebutuhan tanaman, mulai dari media tanam, air, pemeliharaan hingga hasil bunga yang dihasilkan selama masa percontohan.

Keberadaan screenhouse memungkinkan proses pengamatan dan pemeliharaan tanaman dilakukan pada lingkungan yang lebih terkontrol sehingga hasil percontohan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

Joni mengatakan apabila hasil percontohan menunjukkan pertumbuhan dan produksi yang baik, pengembangan krisan dapat dilanjutkan melalui peningkatan kapasitas budidaya, keterampilan petani dan pemasaran hasil produksi.

Pengembangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari diversifikasi komoditas hortikultura di Kota Solok sehingga produksi tanaman hias lokal dapat memenuhi sebagian kebutuhan pasar dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

"Harapan kita kegiatan ini dapat berjalan lancar. Mudah-mudahan ke depan Kota Solok dapat menjadi salah satu sentra produksi tanaman hias, khususnya bunga krisan," kata Joni.