KSP minta warga binaan Nusakambangan tidak mengulangi pelanggaran hukum

Selasa, 28 Juli 2026 16:53 WIB

Image Print

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman (kanan) berbincang dengan salah seorang warga binaan di greenhouse anggur, kawasan ketahanan pangan Lapas Kembangkuning, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026). ANTARA/Sumarwoto

Cilacap (ANTARA) - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman meminta warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, agar tidak kembali melanggar hukum setelah bebas menjalani pidana.

Saat mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) Konveksi Lapas Nirbaya, Nusakambangan, Selasa, Dudung berbincang dengan sejumlah warga binaan yang sedang menjahit kaus serta menanyakan kasus pidana yang mereka jalani.

Ia kemudian berpesan agar mereka tidak mengulangi pelanggaran hukum setelah kembali ke masyarakat.

Dalam kunjungan yang dilanjutkan ke kawasan ketahanan pangan Lapas Kembangkuning, Dudung juga berdialog dengan warga binaan yang terlibat dalam berbagai kegiatan produktif, termasuk budi daya pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Di greenhouse anggur, Dudung bertemu seorang warga binaan asal Palembang bernama Junaedi yang menyapanya.

Dudung mengaku terkejut karena mengenali Junaedi sebagai mantan pewarta foto salah satu surat kabar harian di Palembang saat dirinya bertugas sebagai Komandan Distrik Militer (Dandim) di kota tersebut.

Saat ditanya, Junaedi mengaku menjalani pidana penjara selama 22 tahun setelah terjerat kasus narkoba karena menjadi kurir.

"Ini teman saya saat saya menjadi Dandim di Palembang," kata Dudung.

Dalam perbincangan tersebut, Dudung kembali mengingatkan Junaedi agar tidak mengulangi perbuatannya setelah menyelesaikan masa pidana.

Saat ditemui wartawan, Dudung mengatakan kegiatan ketahanan pangan di Lapas Kembangkuning melibatkan warga binaan sebagai bagian dari pembinaan keterampilan dan kemandirian.

"Pekerjanya, ini orang masyarakat (warga) binaan juga. Kebetulan teman saya juga ini, si Junaedi," katanya.

Menurut dia, Junaedi telah dibekali pengetahuan mengenai budi daya anggur sehingga mampu mengembangkannya secara mandiri.

"Dan pupuknya diambil dari pupuk kandang," katanya.

Selain BLK Konveksi dan kawasan ketahanan pangan, Dudung juga mengunjungi tambak udang vaname yang dikelola Lapas Permisan di kawasan Bantar Panjang.

Kunjungan kerja tersebut turut didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto beserta sejumlah pejabat Kementerian Imipas maupun Kantor Staf Kepresidenan.


Baca juga: Merawat hak kesehatan warga binaan untuk Indonesia bebas tuberkulosis

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.