Luas lahan terbakar di Tanjungpinang capai 68 hektare

Jumat, 28 Agustus 2026 20:07 WIB

Image Print

Wakil Wali Kota Raja Ariza dan Kapolresta Kombes Pol Indra Ranu Dikarta beserta jajaran Forkopimda meninjau kesiapan alat dan personel pada Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Lapangan Polresta Tanjungpinang, Kepri, Jumat (28/8/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau mencatat luas lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencapai 68 hektare di sepanjang Januari hingga Agustus 2026 dengan total sebanyak 150 kejadian.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan angka karhutla tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, mengingat karakteristik wilayah setempat yang memiliki banyak lahan semak, lahan kosong, serta kawasan perkotaan yang berbatasan langsung dengan vegetasi.

Kondisi ini diperparah cuaca panas dan kering, sehingga dapat meningkatkan risiko kebakaran dengan cepat.

"Makanya seluruh jajaran hingga masyarakat apabila melihat dan mendapat informasi titik api, segera berkoordinasi ke instansi terkait agar dapat ditangani sejak dini," katanya usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Lapangan Bhayangkara Polresta Tanjungpinang.

Ariza mengatakan pelaksanaan apel ini merupakan bentuk nyata kepedulian, kewaspadaan, dan sinergi bersama dalam melindungi masyarakat Tanjungpinang dari ancaman karhutla.

Menurut dia karhutla bukan sekadar persoalan terbakarnya lahan, tetapi menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat.

Dampak asap karhutla bisa mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar. Oleh karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama.

Ia juga menegaskan Pemkot Tanjungpinang bersama jajaran forkopimda siap turun langsung dan mendukung penuh kebutuhan logistik penanganan di lapangan, termasuk dari segi pasokan air.

"Dengan sinergi bersama siap menanggulangi karhutla. Pemkot Tanjungpinang melalui BPBD siaga dalam menyuplai air ke lokasi kebakaran," kata dia.

Sementara Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Indra Ranu Dikarta menyebut meskipun puluhan hektare lahan sempat terbakar, namun sebagian besar kejadian dapat segera ditangani berkat kecepatan respons dan koordinasi antarinstansi.

Ia menekankan upaya pencegahan karhutla harus dilakukan sejak dini dengan mengedepankan kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur. Laporan masyarakat yang cepat juga sangat penting supaya pengerahan personel dapat dilakukan sebelum api meluas.

Ia menegaskan penanganan karhutla tidak bisa mengandalkan satu instansi semata, melainkan memerlukan keterlibatan penuh seluruh jajaran forkopimda dan peran aktif masyarakat di lapangan.

"Kami mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api sekecil apapun, karena laporan yang cepat akan mempercepat pengerahan personel ke lokasi sehingga kebakaran tidak meluas," ucap Kapolresta.

Ia menambahkan dalam menghadapi ancaman musim kemarau dan potensi dampak El Nino, Polresta Tanjungpinang dan forkopimda berkomitmen membangun sistem penanganan karhutla yang sederhana namun efektif, yaitu deteksi dini, laporan cepat, respons cepat, pemadaman cepat dan penanganan bersama.

Pewarta : Ogen
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.