UEFA Bersiap Bawa Gianni Infantino ke Meja Hukum dengan Tuduhan Kejahatan Mismanajemen
Hervin Saputra
| 28 Agustus 2026, 20:09 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan Presiden Federasi Sepakbola Vietnam, Tran Quoc Tuan, saat berada di Hanoi menjelang final Piala AFF 2026 di Hanoi, Vietnam, Rabu (26/8/2026). TUOI TRE.
AKURAT.CO, Sementara Gianni Infantino tampaknya melakukan “safari” untuk menggalang dukungan pada Pemilihan Presiden FIFA mendatang, tekanan dari kolega Eropanya tak berkurang.
Terakhir, Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA) secara terbuka mengatakan bahwa mereka sedang menyiapkan gugatan hukum terhadap Gianni Infantino sehubungan proposal penjualam saham Piala Dunia ke pihak swasta.
UEFA menyebut bahwa tindakan Gianni Infantino menjual saham Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise (FFE) sebagai “kejahatan penyalahgunaan manajemen”.
“UEFA dan pihak-pihak berkepentingan lainnya bersiap untuk mengajukan klaim tindakan kejahatan di Swiss terhadap Infantino dan beberapa penasehat serta pejabat FIFA yang lain karena kejahatan penyalahgunaan manajemen,” kata UEFA dipetik dari BBC.
UEFA menyajikan data bahwa pada 28 Juli 2026 Gianni Infantino dalam kapasitasnya sebagai Presiden FIFA telah mengumumkan penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta tanpa berkonsultasi dengan anggota FIFA atau Dewan FIFA.
https://akurat.co/bola/884957/pemain-dan-eks-pemain-tuntut-perubahan-di-fifa-dorong-pelengseran-gianni-infantino
“Pengumuman oleh Infantino adalah penyingkapan rencana kepada publik di mana dia dan lingkaran kecil para konspirator telah menunjukkan dan dilaporkan dikembangkan secara rahasia lebih dari satu tahun,” kata UEFA.
Melalui penjualan saham FIFA, Infantino menawarkan tambahan bantuan dana yang jumlah totalnya bisa mencapai USD40 miliar atau Rp723,8 miliar per tahun.
UEFA dan dua koleganya di Asia (AFC) dan Amerika Tengah-Utara-Karibia (Concacaf) menentang usulan tersebut. Alhasil, Infantino akhirnya membatalkan FFE dan menyatakan permintaan maaf.
FIFA saat ini dalam kondisi terbelah mengenai dukungan pencalona Infantino sebagai Presiden FIFA periode 2027-2031 yang akan digelar pada Kongres FIFA di Rabat, Maroko, Maret mendatang.
Jika UEFA, AFC, dan Concacaf melawannya, konfederasi Afrika (CAF), Amerika Selatan (Conmebol), dan Oseania mendukung pria asal Swiss berusia 56 tahun tersebut.
Infantino sendiri dalam beberapa waktu terakhir mengunjungi sejumlah tempat untuk menunjukkan partisipasinya sebagai kandidat Presiden FIFA.
Agustus ini saja ia mengunjungi kejuaraan U-14 Persatuan Sepakbola Karibia di Punta Cana, Republik Dominika. Terakhir Infantino turut memberikan trofi juara Piala AFF kepada Tim Nasional Vietnam di Hanoi, Rabu (26/8/2026).