Jakarta -

Pendaki perempuan asal Jerman dievakuasi dari Gunung Fuji. Dia mengalami gejala mabuk ketinggian.

Perempuan berusia 33 tahun itu mulai mendaki melalui jalur Fujinomiya pada Rabu (19/8/2026). Dia mendaki bersama seorang rekannya dan memulai perjalanan dari pos lima yang berada pada ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pada sore hari, mereka tiba di pos delapan dengan ketinggian sekitar 3.250 mdpl. Di sanalah perempuan tersebut mulai mengalami gejala mabuk ketinggian, mulai dari pusing, kelelahan, hingga mual.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia kemudian mendapatkan pemeriksaan di pusat medis yang berada di pos delapan. Setelah pemeriksaan, perempuan itu memilih bermalam di pondok gunung untuk beristirahat.

Mengutip SoraNews24, Minggu (23/8/2026), sebelum Kamis dini hari, dia kembali melanjutkan pendakian menuju puncak Gunung Fuji. Dari pos delapan, pendaki itu masih harus menempuh sekitar 526 meter untuk mencapai puncak.

Menurut situs resmi pendakian Gunung Fuji, perjalanan menuju puncak dari titik tersebut biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam dalam kondisi normal.

Setelah berjuang dalam pendakian itu, perempuan tersebut akhirnya berhasil mencapai puncak.

Tetapi, dalam perjalanan turun, dia kembali mengalami gejala mabuk ketinggian. Dia masih berusaha bertahan dan berjalan hingga pos delapan, tetapi kondisinya semakin memburuk sehingga kembali mendatangi pusat medis.

Dokter kemudian menilai terlalu berisiko baginya untuk melanjutkan perjalanan turun seorang diri. Tim penyelamat gunung dari Kepolisian Prefektur Shizuoka yang berada di dekat pos kesembilan kemudian dikerahkan.

Perempuan tersebut dievakuasi menggunakan buldoser hingga pos kelima, yang terhubung dengan jaringan jalan. Setelah itu, ia diserahkan kepada paramedis dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan serta mendapatkan perawatan.

Kepolisian Prefektur Shizuoka kembali mengingatkan pendaki agar tidak memaksakan diri saat kondisi fisik mulai terganggu. Pendaki yang merasa tidak sehat di jalur Gunung Fuji diminta menghentikan perjalanan dan mencari bantuan.

Hasil pemeriksaan awal perempuan tersebut di pos delapan belum dipublikasikan. Karena itu, belum diketahui apakah keputusannya melanjutkan pendakian menuju puncak sudah sesuai dengan anjuran tenaga medis.

(upd/fem)