Ambon (ANTARA) - Pemerintah provinsi menggandeng Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku untuk memperkuat penanganan stunting dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya yang digerakkan oleh perempuan.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Kamis, mengatakan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU penting untuk memperluas jangkauan program pemerintah hingga ke masyarakat akar rumput.

"Stunting bukan semata persoalan kesehatan. Ia adalah persoalan masa depan sumber daya manusia. Mengatasinya tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan gotong royong pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, tokoh agama hingga keluarga sebagai garda terdepan," kata dia.

Ia mengatakan Muslimat NU memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga, mendidik generasi, sekaligus menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurut dia, keterlibatan Muslimat NU dalam penanganan stunting perlu diarahkan pada upaya nyata, termasuk memperkuat gerakan orang tua asuh untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup dan dukungan tumbuh kembang secara berkelanjutan.

"Pemerintah ingin memastikan setiap anak di Maluku mendapatkan hak untuk tumbuh sehat, memperoleh gizi yang cukup, mengakses pendidikan yang layak, dan memiliki masa depan yang baik," ujarnya.

Selain penanganan stunting, Hendrik mendorong Muslimat NU memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM.

Ia menilai perempuan, khususnya para ibu memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian keluarga, sehingga perlu mendapat dukungan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan naik kelas.

"UMKM, khususnya yang digerakkan oleh perempuan dan para ibu, harus kita dorong untuk naik kelas. Artinya akses pembiayaan lebih mudah, pasar lebih luas, kualitas produk meningkat, dan pemanfaatan teknologi digital semakin masif," katanya.

Dia mengatakan Maluku memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, mulai dari hasil laut, pertanian, perkebunan, kerajinan, kuliner hingga produk kreatif masyarakat.

Karena itu, pengembangan UMKM tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga harus menyentuh aspek kualitas produk, kemasan, legalitas, permodalan dan pemasaran.

Ia berharap Muslimat NU dapat mengambil bagian dalam pendampingan pelaku UMKM melalui peningkatan keterampilan, penguatan koperasi, pemanfaatan teknologi digital dan perluasan jejaring pemasaran.

"Saya berharap Muslimat NU dapat menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM, peningkatan keterampilan, pendampingan usaha, penguatan koperasi, pemanfaatan teknologi digital serta perluasan jejaring pemasaran," ujarnya.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.