Pertamina gandeng pemda pastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran

Kamis, 27 Agustus 2026 20:21 WIB

Image Print

PT Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Daerah dan instansi terkait melakukan Pengawasan BBM Subsidi di wilayah Manokwari. ANTARA/ Ho- Pertamina Patra Niaga Papua Maluku.

Jakarta (ANTARA) - Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan Pertamina menggandeng pemerintah daerah (pemda), aparat penegak hukum, hingga lembaga legislatif untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tepat sasaran.

“Pertamina terus mendorong pendistribusian energi bersubsidi yang tepat sasaran di masyarakat, baik melalui koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah, penegak hukum seperti kepolisian, TNI, legislatif dan pemerintah di daerah dalam menjaga dan memastikan pendistribusian tepat sasaran,” ujar Roberth ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Kamis.

Roberth menyampaikan kerja sama dengan para pemangku kepentingan bertujuan untuk menindak pihak-pihak yang melakukan praktik penyelewengan energi bersubsidi.

Ia menegaskan bahwa praktik-praktik tersebut harus ditindak tegas demi memastikan ketersediaan energi bersubsidi bagi masyarakat yang betul-betul berhak.

Terkait dengan sisi ketersediaan pasokan energi bersubsidi dan penyalurannya, Roberth menyampaikan Pertamina akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, seperti DPR RI.

Roberth merujuk kepada rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR yang berlangsung pada Rabu (26/8).

“RDP DPR RI kemarin guna melaporkan, dan apabila terdapat arahan, usulan dan masukan terkait kebijakan subsidi agar tepat sasaran,” ucap Roberth.

Ia pun menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menyalurkan dan mendistribusikan energi bersubsidi atas penugasan dari pemerintah.

“Kuota komoditas subsidi ini diatur dan mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah, di mana Pertamina akan mendistribusikannya sesuai dengan peraturan dan penugasan sesuai diamanatkan dalam UU,” kata Roberth.

Pernyataan tersebut terkait dengan prognosa PT Pertamina (Persero) ihwal total penyaluran BBM bersubsidi yang melampaui kuota tahun 2026.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR, Rabu (26/8), menyampaikan prognosa realisasi penyaluran biosolar di atas 9,4 persen dari kuota, serta untuk pertalite di atas 1,7 persen dari kuota.

Oki menyampaikan bahwa prognosa tersebut berdasarkan tren konsumsi pertalite dan biosolar hingga 31 Juli 2026. Realisasi distribusi solar mencapai 11,18 juta kl dari kuota 18,36 juta kl. Kemudian, realisasi distribusi pertalite mencapai 16,54 juta kl dari kuota 28,69 juta kl.

Sementara itu, penyaluran LPG 3 kg mencapai 5,05 juta metrik ton dari kuota 8 juta metrik ton.

Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026