Mengembalikan pamor Puncak Pass - ANTARA News Megapolitan
Bogor (ANTARA) - Kawasan Puncak Pass berada di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur merupakan salah satu tempat nongkrong anak muda pada sore hari.
Setiap sore hingga malam, suasana ramai. Mereka berdatangan, Sebagian besar menggunakan kendaraan roda dua. Namun ada juga yang menggunakan roda empat.
Di Puncak Pass, mereka menikmati suasana dari ketinggian. Naik ke dalam tembok tebing yang telah dibuat membulat.
Di sana mereka bersosialisasi, ngobrol serta menikmati suasana khas gunung dengan hawa sejuk.
Penertiban atau tepatnya pembongkaran bangunan warung tanpa izin oleh Pemprov Jabar, membuat suasana lain di Kawasan itu.
Lahan yang sebelumnya penuh dengan bangunan pedagang atau warung, kini sudah rata. Menjadi areal lapang menunggu tindak lanjut dari program penataan Kawasan itu.
Setelah beberapa Waktu kosong tanpa pedagang, belakangan para pedagang kembali hadir berjualan di sana dengan menggelar meja untuk berjualan minuman, kopi atau makanan ringan yang banyak dibutuhkan anak muda sebagai teman nongkrong.
Pada pedang tidak diperkenankan membuat atau mendirikan bangunan seperti sebelumnya. Setelah suasana sepi, mereka mengemasi dagangannya.
Sampai kapan menunggu penataan kawasan itu menjadi benar-benar sesuai dengan fungsinya?
Yang jelas kawasan puncak harus ditata, aturan ditegakkan serta tidak seharusnya ada bangunan yang tidak berizin lagi. Karena sekali ada pembiaran, maka kawasan potensial kembali menjadi semrawut.
Penertiban yang telah dilakukan di kawasan puncak, terutama di wilayah Kabupaten Cianjur telah membuahkan hasil. Jalur Puncak - Cianjur hingga Ciloto sudah terbebas dari bangunan warung tanpa izin.
Pinggiran jalan yang sebelumnya disesaki bangunan liar, sekarang sudah tidak ada lagi dan bersih.
Beberapa perkantoran dan rumah di pinggir jalan itu yang sebelumnya 'terhalang' bangunan liar, sekarang sudah tampak dan lapang.
Penataan jalur Puncak dari Ciawi hingga Cibodas Cianjur perlu komprehensif dan berkelanjutan. Karena kawasan itu bukan hanya perkebunan teh, jalur pertumbuhan dan wisata, namun juga menyimpan segudang potensi baik yang saat ini sudah tereksplorasi maupun yang masih terpendam.
Pewarta: Syarif Abdullah
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.