Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Jawa Timur, memiliki fasilitas yang lengkap dan berstandar tinggi sehingga tidak kalah dengan sekolah swasta.

Saat meninjau langsung progres pembangunan sekolah yang diproyeksikan mulai beroperasi pada Agustus 2026, Qodari berkeliling melihat berbagai fasilitas yang telah disiapkan seperti ruang guru, asrama siswa, toilet, laboratorium, lapangan olahraga, masjid, kantin, hingga guest house.

"Yang jelas fasilitasnya luar biasa. Kalau kita melihat fasilitas ini, biasanya sekolah-sekolah swasta yang sangat bagus dan sangat mahal memiliki fasilitas seperti ini. Tetapi justru di sini ditujukan untuk kalangan yang kurang beruntung," ujar Qodari dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya dibangun di atas lahan seluas 6,6 hektare dan dirancang untuk menampung sekitar 370 siswa. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, konsep terintegrasi membuat jenjang SD, SMP, dan SMA berada dalam satu kawasan pendidikan.

Baca juga: Pemerintah targetkan 101 Sekolah Rakyat tahap dua rampung Juni 2026

Ia menilai fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat itu tidak kalah dengan sekolah swasta berstandar tinggi. Yang membuatnya semakin terkesan, seluruh fasilitas tersebut justru diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Saya yakin Bapak Presiden juga sangat bangga dan sangat terharu kalau melihat langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat ini. Karena sekolah ini begitu luas. Gedung asramanya juga bagus, fasilitasnya juga bagus. Insya Allah akan sangat menunjang dan membahagiakan bagi pendidikan anak-anak kita," kata Qodari.

Qodari mengatakan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.

Menurutnya, pendidikan menjadi kunci untuk mengubah masa depan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Ia juga menjelaskan bahwa calon siswa yang nantinya akan menempati sekolah tersebut saat ini telah mengikuti proses belajar di Sekolah Rakyat transisi sebagai bagian dari persiapan sebelum menempati gedung permanen.

Baca juga: Pemerintah siapkan 500 Sekolah Terintegrasi tahun ini

Qodari menambahkan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata implementasi program Presiden Prabowo di bidang pendidikan.

Menurutnya, gagasan yang sebelumnya hanya berupa konsep kini mulai terwujud menjadi fasilitas pendidikan yang siap dimanfaatkan masyarakat.

Hadirnya Sekolah Rakyat, kata dia, juga menjadi simbol bahwa setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarganya, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan terbaik.

"Ini mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, agar semua memiliki kesempatan yang sama untuk bisa maju melalui pendidikan," pungkas Qodari.

Baca juga: Qodari kunjungi Sekolah Rakyat di Palangka Raya, janji tingkat sarana

Baca juga: KSP: Sekolah Garuda cita-cita besar Prabowo untuk generasi unggul

Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat raih deretan prestasi nasional

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.