Menhan anugerahkan Satyalancana kepada 361 personel Jepang - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan Satyalancana Dharma Samudera kepada 361 personel Jepang atas dukungan mereka dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Penganugerahan tanda kehormatan Republik Indonesia tersebut dilaksanakan di atas kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu.
Dari 361 personel Japan Disaster Relief (JDR) yang menerima penghargaan, sebanyak 92 personel menghadiri langsung upacara yang turut dihadiri Duta Besar Jepang untuk Indonesia Ueno Atsushi dan delegasi kedua negara.
Penyematan Satyalancana Dharma Samudera secara simbolis dilakukan kepada tiga perwakilan pimpinan JDR, yakni Commander Deployed Task Force Kolonel Nakahara Shunji, Commander Maritime Deployed Task Force Kolonel Noma Toshihide, dan Commander Aviation Unit Letnan Kolonel Wakatsuki Shinichi.
Sjafrie mengatakan penganugerahan tersebut merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Indonesia atas kontribusi personel Jepang dalam mendukung upaya kemanusiaan penanggulangan karhutla.
Menurut dia, dukungan Jepang dalam penanganan karhutla merupakan salah satu wujud konkret hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang, termasuk implementasi Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA).
Kerja sama pertahanan kedua negara, kata dia, tidak hanya diwujudkan melalui dialog maupun latihan militer, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi bencana.
Dalam penanganan karhutla, Jepang mengerahkan helikopter CH-47 Chinook yang diintegrasikan dengan operasi Satuan Tugas TNI untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dukungan tersebut dijalankan dengan tetap mengerahkan kemampuan nasional Indonesia untuk mempercepat penanganan titik api dan memberikan perlindungan kepada masyarakat secara terkoordinasi.
Kementerian Pertahanan sebelumnya menyatakan Jepang mengerahkan JS Kunisaki beserta tiga helikopter CH-47 Chinook untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan.
Sjafrie mengatakan keterlibatan personel dan alat utama sistem persenjataan Jepang dalam misi tersebut mencerminkan hubungan bilateral serta solidaritas kedua negara dalam penanganan bencana.
Berdasarkan pembaruan BNPB per 29 September, luas lahan yang masih belum padam di enam provinsi prioritas penanganan karhutla tercatat 96,07 hektare, turun dari 158,36 hektare pada hari sebelumnya.
Dari total 527,6 hektare lahan terbakar yang tercatat dalam perkembangan penanganan tersebut, sebanyak 431,53 hektare telah berhasil dipadamkan.
Enam provinsi prioritas itu meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
BNPB masih mengoptimalkan operasi darat dan udara dengan dukungan 56 armada udara, terdiri atas 13 unit untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca serta 43 unit untuk pengeboman air (water bombing).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bantu tangani karhutla, 361 personel Jepang dapat Satyalancana
Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.