Mentan beri 13 traktor tangan wisudawan poltek agar bangun usaha tani
Bantuan tersebut diberikan sebagai modal awal agar para lulusan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan 13 traktor tangan kepada wisudawan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) sebagai modal awal agar membangun usaha tani serta menciptakan lapangan kerja di daerah masing-masing.
"Bantuan tersebut diberikan sebagai modal awal agar para lulusan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian," kata Mentan Amran di Jakarta, Kamis.
Bantuan diserahkan dalam pengukuhan Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta. Terdapat 1.532 lulusan dari 27 program studi yang dikukuhkan pada wisuda tersebut.
Mentan mengatakan lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki posisi strategis dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian. Karena itu, dukungan kepada generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan, tetapi juga perlu dilanjutkan dengan pemberian sarana yang memungkinkan mereka langsung bergerak di lapangan.
Menurut dia, traktor tangan yang diberikan kepada para wisudawan harus dipandang sebagai modal produktif, bukan sekadar bantuan.
“Jangan berpikir uang itu hanya untuk dipakai. Kalau dapat uang, bagaimana uang itu bisa diputar lagi untuk menghasilkan. Kalau punya uang, jangan hanya membeli untuk kebutuhan, tetapi pikirkan bagaimana uang itu bisa menjadi modal untuk mengembangkan usaha,” ujar Amran.
Di hadapan para wisudawan, Mentan juga berpesan agar generasi muda pertanian berani membangun masa depan dengan kerja keras dan konsistensi. Ia mengingatkan kesuksesan dalam membangun usaha tidak dapat dicapai secara instan.
Baca juga: Mentan Amran: Juknis penyerapan telur Rp26.500/kg untuk SPPG terbit
Baca juga: Mentan beri wisudawan alat pertanian untuk modal bangun usaha
“Kalau sudah mimpi besar, bertindak besar, persisten, insyaallah kamu jadi. Jangan mulai hari ini hanya mengatakan mau sukses, tetapi tidak bergerak. Harus berjuang, harus kerja keras,” tegasnya.
Mentan berharap para lulusan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi berani membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian.
Ia menilai pengalaman membangun usaha dari bawah akan memberikan pelajaran penting bagi generasi muda untuk memahami bagaimana mendapatkan modal, mengelola usaha, menghadapi risiko, hingga mengembangkan bisnis.
Mentan menambahkan pemberian 13 unit traktor tangan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian memperkuat regenerasi petani sekaligus mendorong lulusan pendidikan vokasi menjadi pelaku utama pertanian modern.

Melalui kombinasi pendidikan, penguasaan teknologi dan dukungan sarana produksi, lulusan Polbangtan dan PEPI diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu membangun usaha, membuka lapangan pekerjaan, serta membawa modernisasi pertanian hingga ke tingkat petani di daerah.
Salah satu penerima bantuan, Roy Pulan, wisudawan Polbangtan Yogyakarta-Magelang asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengatakan traktor tangan tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu petani di daerah asalnya.
Roy mengatakan masih terdapat petani di wilayah Cindai Alus dan sekitarnya yang menggarap lahan secara manual karena belum optimal menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Untuk hand tractor ini rencananya saya manfaatkan di daerah saya karena banyak petani yang belum menggunakan alat-alat seperti alsintan ini. Mereka masih manual menggarap sawah,” ujar Roy.
Lulusan Program Studi Teknologi Benih tersebut mengatakan bantuan itu akan digunakan tidak hanya untuk kegiatan usaha, tetapi juga untuk mendorong petani agar lebih mengenal dan mampu memanfaatkan teknologi pertanian.
“Rencananya saya menggunakan alat tersebut untuk membantu pertanian, khususnya di daerah saya tepatnya di Kota Banjarbaru,” katanya.
Roy juga berencana memberikan pelatihan kepada petani mengenai penggunaan alsintan, termasuk traktor tangan dan transplanter. Langkah tersebut dinilai penting karena penggunaan teknologi pertanian akan lebih optimal apabila disertai pengetahuan dan pendampingan.
“Saya akan melakukan pelatihan mengenai bagaimana cara menggunakan hand tractor, transplanter dan lain sebagainya,” tuturnya.
Menurut Roy, ini menjadi upaya dalam menjawab tantangan regenerasi petani. Sebagian petani di daerahnya masih didominasi generasi yang lebih tua sehingga diperlukan keterlibatan anak muda untuk membawa teknologi dan cara kerja pertanian yang lebih modern.
Baca juga: Mentan gandeng UNESA kembangkan kedelai demi tekan impor
Baca juga: Mentan percepat bantuan pompa dan sumur dangkal untuk petani di Gresik
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.