Menunggu tuah Sport City Kota Bekasi - ANTARA News Megapolitan
Kota Bekasi (ANTARA) - Ajang empat tahunan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat bukan sekadar magnet berkumpulnya atlet maupun insan olahraga namun turut menjadi momentum meneguhkan visi besar pembangunan jangka panjang bagi daerah di Tatar Sunda itu.
Hal itu seperti keberhasilan pembangunan sarana olahraga di Kabupaten Bekasi saat ditunjuk menjadi tuan rumah 12 tahun silam yang bermodal kompleks Stadion Wibawa Mukti lengkap dengan Aquatic Center hingga sarana olahraga lain yang dibangun menjelang Porprov Jawa Barat 2014.
Dari lahirnya kompleks stadion itu, Kabupaten Bekasi sukses mencetak atlet berlabel internasional yang mengharumkan nama daerah dan bangsa di setiap kompetisi. Bukti bahwa keberadaan infrastruktur juga ikut menentukan prestasi atlet melalui pembinaan terukur dan berjenjang.
Bumi Swatantra Wibawa Mukti, semboyan sekaligus jati diri Kabupaten Bekasi, berhasil meraih gelar juara umum di edisi terakhir Porprov Jawa Barat empat tahun silam sekaligus menyandang predikat juara bertahan.
Memasuki edisi ke XV, multievent olahraga terbesar Jawa Barat itu akan kembali digelar pada 7-20 November 2026, hanya berjarak 65 hari dari sekarang. Dan kini tongkat estafet tuan rumah dipercayakan kepada Kota Bekasi bersama Kota Depok serta Kota Bogor.
Sebagai tuan rumah utama yang akan mempertemukan duta-duta dari 49 sub cabang dan 37 cabang olahraga, Kota Bekasi terus mematangkan persiapan menuju target sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.
Lebih dari itu, Pemerintah Kota Bekasi telah merancang wilayahnya menjadi pusat olahraga terintegrasi atau Sport City yang menyatukan konsep olahraga, pariwisata olahraga sekaligus menciptakan ekosistem perekonomian, memanfaatkan momentum Porprov Jawa Barat.
Konsep Sport City Kota Bekasi mengacu visi pembangunan jangka panjang Pemerintah Kota Bekasi melalui transformasi kawasan, hasil kolaborasi teknologi namun dengan tetap mempertahankan sejumlah kearifan lokal sebagai identitas daerah.
Kemitraan internasional melalui program Sister City, termasuk bersama mitra dari Korea Selatan turut menjadi bekal mengelola kawasan olahraga terpadu dengan standar lebih luas serta berorientasi internasional lewat transfer pengetahuan dan pengalaman.
Proyek strategis daerah ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi kemajuan wilayah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam beberapa dekade mendatang.
Sebagaimana diucapkan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono yang ingin wilayahnya dikenal sebagai daerah yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Sampah menjadi energi, transportasi menjadi investasi, ruang publik jadi pusat ekonomi kreatif, termasuk kompleks stadion menjadi penggerak sport tourism.
"Dan seluruh pembangunan itu bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Yang kami bangun hari ini adalah fondasi Kota Bekasi untuk 20 hingga 30 tahun ke depan," kata Tri Adhianto.
Pembangunan Sport City
Pembangunan infrastruktur pendukung konsep Sport City ini berpusat di kawasan Stadion Patriot Candrabhaga, Jalan Ahmad Yani, Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan yang diintegrasikan dengan berbagai fasilitas olahraga baru bertaraf internasional.
Stadion Patriot Candrabhaga yang menjadi episentrum dari kawasan Sport City terintegrasi ini telah dikembangkan melalui pembangunan Bekasi International Skate Track, lintasan bertaraf internasional untuk memanjakan para atlet sepatu roda.
Gedung Olahraga (GOR) Terpadu bernama GOR Bang Yan atau lengkapnya disebut Gedung Olahraga Abdul Rosyad Irwan dibangun tepat di sisi stadion untuk menunjang pertandingan Porprov Jawa Barat 2026 maupun aktivitas olahraga masyarakat.
Pemkot Bekasi juga membangun gedung olahraga enam lantai, pembenahan lapangan bola basket, rehabilitasi trotoar serta lintasan lari. Seluruhnya berlokasi di sekitar area Stadion Patriot Candrabhaga.
Rancang bangun konsep Sport City juga mendapatkan dukungan dari pihak swasta di Kota Bekasi. Salah satu fasilitas yang menjadi unggulan adalah Wellground milik swasta. Lokasinya juga tak jauh dari stadion kebanggaan warga Kota Bekasi itu.
Arena berkonsep destinasi one stop sport, wellness and leisure itu dilengkapi lima lapangan padel, tiga lapangan tenis, empat lapangan badminton, arena pusat kebugaran hingga kolam renang berukuran standar Olimpiade.
Multiplier Effect
Konsep Sport City yang dirancang Pemerintah Kota Bekasi dinilai mampu mendatangkan multiplier effect atau efek ganda bagi sektor-sektor lain terutama jasa dan perdagangan sebagai upaya menciptakan ekosistem perekonomian terintegrasi.
Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah untuk terus mengembangkan ekonomi perkotaan, meningkatkan investasi, pemberdayaan UMKM serta penguatan sektor perdagangan dan jasa sebagai penggerak ekonomi di wilayah itu.
Ikhtiar tersebut sekaligus hasil mitigasi aspek potensi, proyeksi berikut tantangan kewilayahan sehingga pemerintah daerah setempat merasa perlu memberikan perhatian khusus terutama menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Konsep Sport City dipercaya mampu mewujudkan ekosistem ekonomi terintegrasi sebagai wujud peningkatan kesejahteraan masyarakat perkotaan yang linear dengan peningkatan pendapatan daerah sekaligus pengembangan ekonomi perkotaan.
Pengembangan kawasan olahraga yang menyatu dengan ruang publik ini merupakan salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Stadion utama tak lagi hanya berfungsi sebagai sarana olahraga tetapi juga ruang interaksi sosial maupun destinasi rekreasi masyarakat.
Kawasan olahraga dapat memberikan kontribusi pendapatan daerah melalui penyewaan GOR dan stadion untuk berbagai kegiatan olahraga profesional, termasuk pertandingan sepak bola tingkat nasional maupun ajang kompetisi olahraga lain.
Tidak hanya kegiatan olahraga, kawasan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan non-olahraga seperti konser musik, festival maupun kegiatan masyarakat berskala besar. Pemanfaatan ruang secara multifungsi dinilai mampu meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus mengoptimalkan aset milik pemerintah daerah.
Dengan mendorong masyarakat dari luar daerah untuk datang dan menikmati berbagai fasilitas yang tersedia di Kota Bekasi, aktivitas ekonomi pada sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, kuliner hingga jasa lain turut meningkat.
Selanjutnya, pengelolaan parkir dan utilitas secara profesional di kawasan terpadu ini juga menjadi salah satu instrumen yang dapat mendukung optimalisasi pendapatan daerah, termasuk mengintegrasikan pelaku UMKM khususnya sektor kuliner ke dalam aktivitas kawasan Sports City.
Pemerintah Kota Bekasi menyediakan zona usaha yang tertata untuk memberikan ruang kepada pelaku UMKM setiap kali berlangsung kegiatan besar di kawasan stadion. Skema berbasis kegiatan tersebut memungkinkan para pelaku usaha kecil memperoleh akses langsung kepada konsumen dalam jumlah besar.
Kolaborasi UMKM kuliner dengan pusat perbelanjaan yang beraktivitas di sekitar kawasan Sports City juga terus didorong pemerintah daerah dengan harapan menciptakan captive market sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk lokal.
UMKM binaan juga diberikan ruang partisipasi dalam kegiatan rutin seperti Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Melalui penyediaan ruang usaha yang tidak membebani pelaku UMKM dengan biaya sewa tinggi, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana promosi dan perluasan pasar.
Melalui konsistensi pembangunan infrastruktur berstandar internasional yang diintegrasikan dengan potensi ekonomi kerakyatan yang dimiliki, Bekasi Sport City dinilai berhasil mewujudkan misinya.
Kota Bekasi tidak lagi sekadar menjadi penyangga Ibu Kota melainkan telah bertransformasi menjadi magnet baru bagi industri olahraga, pusat pembinaan atlet berprestasi serta episentrum pergelaran ajang olahraga skala nasional maupun internasional.
Pencapaian ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kemegahan fisik fasilitas olahraga, tetapi juga mampu menginspirasi lahirnya generasi emas atlet lokal yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
Pemerintah Kota Bekasi bersama seluruh elemen masyarakat juga diharapkan untuk bersinergi merawat aset ini, memperbanyak kompetisi usia dini serta mengoptimalkan integrasi Sport City dengan sektor pariwisata demi mendongkrak ekonomi kreatif sekaligus mewujudkan warganya lebih sehat, aktif, dan produktif.
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.