Tanjung (ANTARA) - Pemerintah Desa Liyu Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan menggelar  budaya ritual Mesiwah Pare Gumboh VIII atau   syukuran panen bersama ala  Dayak Deah  dengan menyuguhkan berbagai keragaman budaya dan tradisi lokal.

Ketua Pelaksana Mesiwah Pare Gumboh VIII, Budianto mengatakan keragaman budaya Dayak Deah  yang ditampilkan  antara lain  ritual Nyerah Ngemonta (tradisi penyerahan hasil panen) dan Ritual  Nengkuat Mulukng (pemilik hasil panen meminta pelaku ritual agar berkenan memintakan restu dan ucapan syukur pada Sang Pencipta)

"Mesiwah Pare Gumboh ini upaya bersama  melestarikan budaya dan memperkenalkan kebudayaan masyarakat adat Dayak Deah," jelas Budianto, Senin.

Gelaran  budaya sejak tanggal 10 hingga 12 Juli 2026  ini juga 
dimeriahkan  beberapa acara hiburan dan camping ground untuk menikmati panorama alam Desa Liyu. 

Termasuk berbagai atraksi mandi api dan arak-arakan adat
 menjadi daya tarik  bagi pengunjung maupun  pecinta acara budaya  yang datang dari wilayah Balangan maupun luar daerah. 

Budianto menambahkan ada  tiga venue  tersedia mencakup  venue acara adat yang berlangsung di Balai Adat Desa Liyu, venue hiburan  di panggung budaya dan musik, serta venue tiga untuk camping dan menikmati alam Desa Liyu. 

Bupati Balangan H Abdul Hadi menyampaikan dukungannya atas pengembangan potensi pariwisata dan budaya di Desa Liyu melalui Mesiwah Pare Gumboh VIII.

"Berikan pelayanan yang optimal bagi pengunjung tanpa mengorbankan kearifan lokal dan nilai budaya," pesan Abdul Hadi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi.

Community Insight & Engagement Section Head PT Adaro Indonesia Yudi Febrinada mengatakan  MPG kini telah  bertransformasi menjadi  ruang sosial,  ruang emosional dan  tempat orang-orang dari berbagai latar belakan menjadi bagian dari satu keluarga.

"Melalui pendampingan masyarakat kami turut  membantu lahirnya  ekosistem sosial yang mampu menghubungkan manusia dengan budaya dan  alam di gelaran MPG," jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada  masyarakat Desa Liyu, para tetua adat, Pemkab Balangan dan  seluruh pihak sehingga MPG bisa terlaksana sebagai bukti   budaya tidak hanya dapat dilestarikan namun  
menjadi fondasi  lahirnya persaudaraan, kebanggaan dan masa depan yang lebih baik.
 

Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.