Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) membidik peluang investasi pengembangan proyek-proyek kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) kepada para investor di Asia Tenggara khususnya Singapura, dalam ajang TOD Investment Forum 2026.

Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta M. Iqbal Bimo Arifianto mengatakan, pembukaan peluang investasi dari negara lain diharapkan mampu mengembangkan proyek-proyek MRT di DKI Jakarta menjadi lebih cepat, modern, dan terintegrasi dengan layanan pendukung pengguna transportasi umum.

“Bahkan konsep pengembangan Blok M, misalnya, akan juga menjaring investor-investor dari luar untuk pendanaannya. Ini karena investor-investor bukan hanya membawa (bantuan dana) pembangunan bagi Jakarta, tapi juga membawa ilmu, bagaimana mereka develop (proyek TOD) di sana seperti apa,” kata Iqbal dalam kelas MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta, Kamis.

“Kita dapat pengembangan uang dan kota, tapi juga mendapatkan ilmu secara tidak langsung,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Pram sebut "groundbreaking" proyek MRT Timur-Barat dilakukan tahun ini

Adapun MRT Jakarta berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, Surbana Jurong Group, and Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Singapore menyelenggarakan TOD Investment Forum 2026 hari ini di Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Singapura.

Forum tahunan ini mempertemukan para investor, pengembang, lembaga keuangan, perwakilan pemerintah, dan mitra strategis untuk menggali potensi kerja sama untuk proyek-proyek TOD oleh MRT Jakarta dan BUMD lainnya milik Provinsi DKI Jakarta.

Mengusung tema “From Singapore to Jakarta: Capitalizing on Urban Density and Connectivity”, forum ini menghadirkan sesi diskusi terarah dengan topik “Membangun Fondasi Kawasan berorientasi Transit dan Pertumbuhan Kota Berkelanjutan”.

Secara khusus, MRT Jakarta memaparkan sejumlah proyek TOD yang direncanakan seperti Kali Besar Heritage, Ultimate Development Blok M, Blok M Interchange, XGL Mixed-Use, dan Lebak Bulus Interchange Bus Terminal, Park and Ride, and Mixed Use.

Baca juga: DKI data bangunan terdampak proyek MRT Thamrin-Kwitang

Lebih lanjut, Iqbal mengatakan forum ini turut didukung oleh sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta seperti PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PT Transportasi Jakarta, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, dan PT Integrasi Transit Jakarta.

“Kita juga ada kolaborasi pemerintah daerah, yang diwakili oleh beberapa BUMD di Jakarta, ada Ancol, misalnya, dan ada juga beberapa BUMD yang fokus kepada pengembangan konsep TOD,” ujar Iqbal.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.