Badung, Bali (ANTARA) - Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO Biotrop) mendorong penguatan inovasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan untuk menjawab berbagai tantangan di kawasan Asia Tenggara.

Direktur SEAMEO Biotrop Prof. Edi Santosa dalam SEAMEO Biotrop 64th Governing Board Meeting di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis menyampaikan isu ketahanan pangan, energi, dan air memiliki keterkaitan erat dengan keanekaragaman hayati.

"Karena itu, diperlukan kolaborasi ilmiah, inovasi, dan penerapan pengetahuan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan kawasan," katanya.

Karena itu, kata Prof. Edi, Biotrop mengembangkan konsep Golden Triangle dalam konservasi keanekaragaman hayati yang mencakup tiga aspek utama, yakni mengurangi faktor pendorong kepunahan, mendorong keberadaan dan keberlanjutan biodiversitas, serta memanfaatkan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

Dalam pemanfaatannya, Biotrop mengidentifikasi sejumlah fungsi biodiversitas yang dikenal dengan konsep 7F, yakni food, feed, fuel, fancy, fibers, dan fertilizers, serta layanan lingkungan (environmental services).

Baca juga: SEAMEO Biotrop perkuat empat dimensi ketahanan pangan ASEAN

“Bagaimana kita dapat memanfaatkan Golden Triangle tersebut untuk masa depan menjadi sangat penting. Sesuai mandat SEAMEO Biotrop selalu memperhatikan pendidikan, penelitian, inovasi, dan promosi,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Suharti menyampaikan SEAMEO Biotrop memiliki posisi penting dalam kerja sama regional.

"Dengan keahliannya di bidang biologi tropis, Biotrop tidak hanya berkontribusi dalam riset dan inovasi, tetapi juga pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kapasitas untuk menghadapi tantangan lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan," katanya.

Baca juga: SEAMEO Biotrop lakukan simulasi keasaman air yang pengaruhi ekonomi

Adapun SEAMEO Biotrop (Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology) adalah sebuah lembaga regional yang memiliki mandat penelitian, peningkatan kapasitas, dan diseminasi informasi di bidang biologi tropika yang didirikan pada 1968 dan berkedudukan di Bogor, Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris SEAMEO Biotrop Fuad Hasan menyatakan SEAMEO Biotrop, dalam mandatnya di bidang biologi tropis dan keanekaragaman hayati, memiliki kontribusi penting dalam ekosistem regional ini.

"Tantangan yang dihadapi kawasan kita semakin menuntut kita untuk bekerja lintas sektor, disiplin ilmu, dan batas wilayah negara," kata dia.

Menurutnya, hilangnya keanekaragaman hayati, perubahan iklim, ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, serta kebutuhan untuk memperkuat kapasitas manusia merupakan tantangan yang saling terhubung dan tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga atau satu negara saja.

Oleh karena itu, kerja sama regional, pertukaran pengetahuan, dan solusi berbasis bukti tetap menjadi inti dari kerja SEAMEO.

Baca juga: SEAMEO Biotrop: biodiversitas ASEAN bisa jadi kekuatan ekonomi dunia

Baca juga: SEAMEO Biotrop perkuat kajian edukasi biodiversitas se-ASEAN

Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.