NGO asal Belanda berikan dukungan pembangunan inklusif di Banyuwangi - ANTARA News Jawa Timur
Banyuwangi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendapat dukungan dari lembaga nonpemerintah asal Belanda, yakni Liliane Foundation (LF) dalam upaya memperkuat pembangunan yang inklusif pemenuhan hak dan pemberdayaan anak serta pemuda penyandang disabilitas.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Rabu, memberikan apresiasi dukungan Liliane Foundation bersama NLR Indonesia dan para mitra pelaksana di Banyuwangi.
Menurut dia , kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan untuk memperluas akses dan memastikan pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat termasuk penyandang disabilitas.
"Pemkab terus berkomitmen menjadi daerah inklusif melalui berbagai program, namun tentunya tangan pemerintah sangat terbatas. Oleh karena itu, adanya dukungan dari Liliane Foundation dan segenap tim sangat kami apresiasi," kata Bupati Ipuk.
Dia menyampaikanp Banyuwangi terus mengembangkan berbagai kebijakan dan program untuk mewujudkan lingkungan yang semakin inklusif, salah satunya melalui agenda Rembug Disabilitas yang digelar setiap tahun.
Selain itu, lanjut Ipuk, Pemkab Banyuwangi mengembangkan berbagai program inklusi lainnya, di antaranya penguatan sistem layanan pendidikan inklusif, pembukaan kesempatan karier bagi penyandang disabilitas melalui formasi Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Termasuk pelatihan kerja terapan seperti pertukangan, serta fasilitasi legalitas usaha bagi UMKM penyandang disabilitas, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT dan sertifikasi halal," kata Ipuk.
Selama ini, Liliane Foundation mendukung anak-anak dan pemuda penyandang disabilitas di berbagai negara, termasuk di Indonesia, lewat kerja sama dengan mitra lokal.
Di Indonesia, program tersebut dilaksanakan NLR Indonesia melalui Building Effective Networking (BEN). Saat ini, program BEN berjalan di delapan kabupaten/kota di tiga provinsi.
Banyuwangi sendiri menjadi satu-satunya daerah yang mendapatkan tiga program sekaligus, meliputi dukungan untuk Community Based Rehabilitation (CBR) atau rehabilitasi bersumber daya masyarakat, Meaningful Youth Participation yang mendorong pemberdayaan dan partisipasi anak serta remaja, serta Body Talk yang berfokus pada pencegahan kekerasan seksual berbasis gender.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.