Istanbul (ANTARA) - Oman menyatakan komitmennya untuk terus menjaga kelancaran pelayaran di Selat Hormuz serta mendesak Iran dan Amerika Serikat untuk menyelesaikan perselisihan melalui jalur politik yang langgeng.

Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi dalam pidatonya pada Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York pada Sabtu (26/9) mengatakan konflik yang terjadi akibat serangan AS-Israel terhadap Iran mengancam keamanan kawasan.

Dia mengatakan konflik tersebut juga mengganggu pelayaran dan perdagangan yang melalui jalur strategis itu, serta berdampak pada keamanan energi, harga, dan kepercayaan terhadap sistem internasional.

Albusaidi mengatakan Oman berkomitmen melindungi navigasi melalui Selat Hormuz sesuai dengan hukum internasional dan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Dia mengajak seluruh pihak bekerja sama dengan Muscat untuk memastikan jalur pelayaran melalui titik strategis tersebut tetap terbuka, dengan menghormati kepentingan negara-negara yang bergantung pada jalur itu.

Menteri luar negeri tersebut juga mendesak Teheran dan Washington menyelesaikan perselisihan yang masih ada serta mengupayakan kesepahaman politik yang dapat memberikan jalan keluar jangka panjang dari krisis.

Albusaidi menyampaikan solidaritas Oman kepada negara-negara tetangga atas langkah yang mereka ambil untuk melindungi keamanan, kedaulatan, dan integritas wilayah masing-masing.

Terkait Yaman, dia kembali menegaskan dukungan Oman terhadap penyelesaian politik yang mempertahankan persatuan, stabilitas, dan integritas wilayah negara tersebut.

Dia menyerukan pihak-pihak terkait bekerja menuju kesepakatan yang melindungi kedaulatan Yaman serta hubungan negara itu dengan negara-negara tetangganya.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Oman tegaskan komitmen jaga navigasi di Selat Hormuz

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.