Pakar: Peningkatan kompetensi pemandu wisata gunung api perlu spesifik
Jakarta (ANTARA) - Pakar pariwisata dari Universitas Andalas Sari Lenggogeni menilai peningkatan kompetensi bagi para pemandu wisata, khususnya yang bertugas di gunung api, perlu diberikan secara spesifik dan mendapat pendampingan dari pemerintah.
"Saya sangat mendukung program Kemenpar yang memasukkan pelatihan pemandu dalam keselamatan berwisata. Tetapi untuk gunung api, kompetensinya perlu lebih spesifik," kata Sari saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Sari mengatakan pemerintah perlu menganggap pemandu di gunung api tidak hanya sekadar sebagai pemandu wisata, tetapi sebagai komunikator risiko dan pemberi pertolongan pertama.
Maka dari itu, dia menilai pelatihan perlu mencakup pemahaman status aktivitas gunung, zona bahaya dan berbagai ancaman vulkanik, kemampuan menerjemahkan informasi teknis menjadi bahasa sederhana bagi wisatawan, kemampuan mengambil keputusan cepat ketika situasi berubah, dan cara bagaimana menghadapi wisatawan yang sedang dalam keadaan panik.
Baca juga: Pemerintah berupaya tingkatkan keselamatan wisata bahari
Baca juga: ICPI minta warga sekitar desa wisata diberi edukasi keamanan berwisata
Pelatihan lainnya yang menurut Sari perlu diberikan adalah pemberian pertolongan pertama dan respon darurat dasar, penilaian cuaca dan medan, serta komunikasi digital darurat termasuk penggunaan GPS, komunikasi darurat dan sistem pelacakan wisatawan.
"Weather and terrain assessment (penilaian cuaca dan medan) menjadi penting karena keselamatan pendakian tidak hanya dipengaruhi aktivitas vulkanik," ujarnya.
"Yang tidak kalah penting adalah aspek psikologi wisatawan. Dalam situasi krisis, pemandu harus mampu membangun perilaku protektif bukan panik protektif," tambah Sari.
Di samping itu, Sari juga menilai perlunya sertifikasi khusus panduan keselamatan wisata gunung api disertai refreshment training (pelatihan penyegaran) dan simulasi secara periodik bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BPBD atau Basarnas dan pengelola destinasi.
Hal lain yang Sari sampaikan yakni Indonesia memiliki peluang untuk menjadi model dunia terkait dengan
Menurut saya Indonesia justru mempunyai peluang menjadi model dunia untuk pariwisata gunung berapi yang aman dan tangguh. Hal ini dikarenakan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di area cincin api (ring of fire).
Meski tidak dapat menghilangkan risiko gunung api, dia mengatakan Indonesia dapat menjadi negara yang paling baik dalam memahami, mengkomunikasikan dan mengelola risiko itu.
Baca juga: Kemenpar tekankan pentingnya jaga keamanan Jakarta bagi wisatawan
Dari sisi destinasi wisata, gunung api merupakan salah satu tempat yang dapat dijadikan sebagai aset wisata berbasis alam sekaligus laboratorium hidup untuk pendidikan bencana.
Sedangkan dari tren pariwisata, secara global wisatawan kini mencari wisata yang berbasis alam, petualangan, pengalaman autentik, geowisata dan aktivitas yang memberikan pengalaman emosional yang kuat.
Dalam konteks ini, gunung api mempunyai faktor penarik yang sangat kuat baik dari sisi lanskap, matahari terbit, trekking, kawah, budaya masyarakat sekitar gunung, fotografi, hingga pengalaman edukasi geologi dan kebencanaan.
"Tetapi ada paradoks yang menarik. Semakin unik suatu gunung api sebagai atraksi wisata, semakin besar pula kebutuhan pengelolaan risikonya. Jadi paradigma wisata gunung api Indonesia menurut saya perlu bergeser dari sekadar wisata gunung api menjadi pariwisata gunung berapi yang aman dan tangguh," ucap dia.
Dia turut menekankan bahwa destinasi wisata perlu memiliki mitigasi risiko pariwisata. Pengelolaannya perlu dimulai sejak pra-kejadian dan tahap prodromal yakni membaca tanda-tanda risiko, melakukan mitigasi dan mempersiapkan respons sebelum terjadi bencana.
Diperlukan pula penguatan strategi manajemen krisis yaitu kesiapsiagaan, implementasi strategi, evaluasi dan pembelajaran harus menjadi satu sistem yang berkelanjutan.
Baca juga: Program Keselamatan Berwisata fokus ciptakan ekosistem pariwisata aman
Baca juga: Program keselamatan berwisata dinilai relevan perkuat keamanan Bromo
Baca juga: Kemenpar jalankan Program Keselamatan Wisata 2026
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.