Senin, 27 Juli 2026 - 13:57 WIB

Jakarta, VIVA – Perry Warjiyo diumumkan resmi mundur sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Penggantinya dinilai harus memiliki rekam jejak yang kuat dan independen.

Baca Juga

Peneliti Pusat Riset Ekonomi BRIN Syahrir Ika menilai, dengan kriteria itu pasar keuangan akan merespons positif melalui penguatan rupiah, penurunan premi risiko, dan peningkatan kepercayaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apabila penggantinya memiliki rekam jejak kuat dan independen, pasar justru dapat merespons positif melalui penguatan rupiah, penurunan premi risiko, dan meningkatnya kepercayaan investor,” kata Syahrir dalam keterangan di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Baca Juga

Pada Senin pagi ini, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Syahrir mengatakan dampak pengunduran diri Perry dapat dianalisis dari dua perspektif, yaitu pasar keuangan dan fundamental ekonomi.

Pengganti Perry dalam tampuk jabatan Gubernur BI, kata dia, akan menghadapi tantangan yakni menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, memperkuat arus modal, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Baca Juga

“Semua itu memerlukan sinergi antara kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil. Karena itu, pergantian pimpinan BI hanyalah salah satu faktor, bukan faktor penentu utama,” kata Syahrir yang juga Ketua Umum Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) itu.

Lebih lanjut, Syahrir mengatakan peluang dengan hadirnya Gubernur BI yang baru justru terletak pada kemungkinan lahirnya pendekatan kebijakan yang lebih adaptif terhadap tantangan baru.

Seperti misalnya memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah; memperdalam pasar keuangan domestik agar tidak terlalu bergantung pada modal asing; mempercepat transformasi sistem pembayaran digital; memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan stabilitas harga.

“Kesimpulan saya, optimisme terhadap ekonomi Indonesia tidak diletakkan pada pergantian figur semata, tetapi pada kemampuan Gubernur BI yang baru menjaga kredibilitas kebijakan,” kata Syahrir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam ekonomi modern, lanjut dia, pasar lebih menghargai kesinambungan (policy continuity) daripada sekadar perubahan kepemimpinan.

“Jika pemimpin baru mampu menghadirkan inovasi tanpa mengurangi independensi Bank Indonesia, maka pergantian ini justru dapat menjadi momentum memperkuat kepercayaan pasar sekaligus meningkatkan fundamental ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.