Jakarta (ANTARA) - Paket VIP untuk menyaksikan final Piala Dunia FIFA 2026 dilaporkan terjual seharga 4 juta dolar AS atau sekitar Rp65 miliar, menjadi salah satu paket pengalaman menonton pertandingan sepak bola termahal yang pernah ditawarkan.

Dikutip dari The Hollywood Reporter, Minggu, paket tersebut dijual oleh perusahaan layanan concierge mewah Knightsbridge Circle kepada kliennya pada awal Juni, bahkan sebelum turnamen dimulai.

Paket itu mencakup enam kursi baris terdepan di garis tengah lapangan MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, serta akses ke lapangan untuk mengikuti upacara penyerahan trofi dan penghargaan setelah pertandingan final.

Pendiri Knightsbridge Circle Stuart McNeill mengatakan paket tersebut menawarkan tingkat akses yang belum pernah tersedia dalam final Piala Dunia FIFA.

Selain paket senilai 4 juta dolar AS, perusahaan juga menawarkan paket lain seharga 1,5 juta dolar AS atau sekitar Rp24,5 miliar untuk dua orang dengan fasilitas serupa. Namun, setelah Inggris dan Prancis tersingkir di semifinal, harga paket tersebut diturunkan menjadi 750 ribu dolar AS atau sekitar Rp12,2 miliar bagi para anggota layanan.

Menjelang laga final yang mempertemukan Argentina dan Spanyol, harga tiket pertandingan juga terus meningkat. Tiket reguler di pasar penjualan kembali dilaporkan dibanderol mulai sekitar 9.753 dolar AS atau sekitar Rp159 juta, sedangkan harga tertinggi mencapai 69.786 dolar AS atau sekitar Rp1,14 miliar.

Sementara itu, paket hospitality resmi FIFA dijual dengan harga mulai 34.500 dolar AS atau sekitar Rp562 juta hingga 57.500 dolar AS atau sekitar Rp937 juta per tiket, tergantung fasilitas dan lokasi tempat duduk.

Final Piala Dunia 2026 juga akan dimeriahkan halftime show pertama dalam sejarah turnamen yang menghadirkan penampilan Madonna, Shakira, BTS, Justin Bieber, Burna Boy, serta konduktor Gustavo Dudamel.

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.