Panahan Indonesia perkuat mental lewat latihan visualisasi
Jakarta (ANTARA) - Tim panahan recurve Indonesia memperkuat kesiapan mental melalui latihan visualisasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Pemanah recurve putri Rezza Octavia mengatakan tim mendapat pendampingan psikolog dan pelatih mental untuk membantu menghadapi tekanan pertandingan.
"Kami dibantu psikolog, ada mental trainer juga. Selain latihan di sini, kami juga melakukan imagery training, seperti hipnoterapi," kata Rezza di Jakarta, Senin.
Dalam latihan tersebut, atlet membayangkan berbagai situasi yang kemungkinan dihadapi ketika bertanding agar lebih siap saat memasuki arena Asian Games.
Rezza menggunakan pengalaman tampil pada Olimpiade, SEA Games, serta Asian Games sebelumnya sebagai referensi dalam melakukan visualisasi.
"Kami membuat simulasi secara visual bagaimana nanti berada di pertandingan. Saya sudah pernah Olimpiade, SEA Games, dan Asian Games, jadi kurang lebih saya memvisualisasikan kejuaraan itu akan seperti apa," ujar Rezza.
Baca juga: Panahan petakan kekuatan rival Asian Games 2026 lewat jejak digital
Menurut Rezza, rasa gugup tetap menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pertandingan, bahkan bagi atlet berpengalaman.
"Nervous itu sebenarnya manusiawi. Walaupun sudah juara Olimpiade pasti ada nervous-nya. Kami lebih ke menjaga mental," kata atlet Olimpiade Paris 2024 tersebut.
Asian Games Aichi-Nagoya akan menjadi penampilan kedua Rezza pada multievent terbesar Asia setelah Hangzhou 2022 pada 2023.
Indonesia menyiapkan enam pemanah recurve untuk Aichi-Nagoya, yakni Riau Ega Agata Salsabilah, Alviyanto Bagas Prastyad, Ahmad Khoirul Baasith, Diananda Choirunisa, Rezza Octavia, dan Fathiyya Erista Maharani.
Sementara nomor compound diisi Sostar Andaru Rinaldi, Ratih Zil'izati Fadhly, Yurike Nina Bonita Pereira, dan Nurisa Dian Ashrifah.
Baca juga: Panahan upayakan aklimatisasi 10 hari jelang Asian Games 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.