Buleleng, Bali (ANTARA) - Bupati Buleleng Bali I Nyoman Sutjidra menyatakan perputaran ekonomi selama pelaksanaan Buleleng Festival 2026 yang berlangsung 18-23 Agustus 2026 mencapai Rp3,6 miliar lebih sampai seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

"Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah," ujar Sutjidra di Kota Singaraja, Senin.

Menurut dia, capaian perputaran ekonomi tersebut menjadi bukti produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal Buleleng mendapat sambutan positif dari masyarakat, wisatawan domestik maupun mancanegara.

Buleleng Festival 2026 melibatkan sebanyak 105 UMKM lokal yang bergerak di berbagai sektor, seperti kriya, kuliner, olahan pangan, dan fesyen. Para pelaku usaha tersebut menempati tiga zona, yakni Zona A sebanyak 48 stan, Zona B sebanyak 38 stan, dan Zona C sebanyak 19 stan.

Dari sisi ekonomi, kata Sutjidra, festival memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kreatif dan kuliner khas Buleleng sekaligus memperluas jaringan pasar.

"Festival ini tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi lokal," katanya.

Ia menambahkan, dari sisi kebudayaan, Buleleng Festival menjadi salah satu wadah pelestarian sekaligus inovasi budaya. Tradisi dan kreativitas modern dipertemukan sehingga kebudayaan Buleleng tetap relevan dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Sutjidra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan festival, mulai dari panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, hingga aparat keamanan dari Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh perangkat daerah, Kelian Desa Adat Buleleng, Prajuru Banjar Adat, sponsor, relawan, serta masyarakat dan pengunjung yang turut menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.

"Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri," ucapnya.

Menutup sambutannya, Sutjidra mengajak seluruh masyarakat membawa semangat "Uriping Rasa" dalam kehidupan sehari-hari dengan terus melestarikan budaya, saling menghargai, memperkuat gotong royong, serta mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Buleleng, lanjutnya, berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui berbagai program yang berpihak kepada pelaku seni dan UMKM.

Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.