Jakarta (ANTARA) - Penyelenggara Maybank Marathon masih mengkaji kemungkinan menggelar lomba selama dua hari pada edisi 2027, sementara format umum dan lokasi diproyeksikan tetap sama seperti penyelenggaraan sebelumnya yakni di kawasan Bali United Training Center, Kabupaten Gianyar, Bali.

"Formatnya kurang lebih sama dan tempatnya juga, tetapi mungkin ada beberapa perbaikan yang sedang kami usahakan untuk tahun depan," kata Project Director Maybank Marathon 2026 Bambang Irawan seusai membuka kegiatan Maybank Marathon 2026 Appreciation Night di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan penyelenggara tengah membahas sejumlah penyesuaian untuk pelaksanaan tahun depan dan salah satu opsi yang masih dipertimbangkan adalah membagi rangkaian perlombaan ke dalam dua hari.

Lebih lanjut dia menjelaskan pembahasan itu masih berlangsung bersama berbagai pihak terkait. Karena itu, penyelenggara belum dapat mengungkapkan rincian perubahan, termasuk susunan kategori lomba pada edisi 2027.

Bambang menyatakan penyelenggara untuk sementara masih menjadikan konsep pelaksanaan sebelumnya sebagai acuan. Setiap penyelenggaraan diupayakan menghadirkan pengalaman yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: Maybank Marathon libatkan pelari untuk perluas dampak keberlanjutan

Sejumlah gagasan baru sedang disiapkan, namun belum seluruhnya dapat diumumkan karena masih dalam tahap perencanaan dan pembicaraan.

Dia menambahkan, pengumuman pada Januari 2027 diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai konsep Maybank Marathon 2027.

Pada waktu tersebut, penyelenggara juga akan mengumumkan tanggal pelaksanaan. Setelah informasi utama diumumkan, tambah dia, proses pendaftaran peserta akan dibuka segera.

"Jadi informasi lengkapnya direncanakan disampaikan kepada publik pada Januari 2027," ujar dia.

Sementara itu Maybank Indonesia bersama Katadata Insight Center mengungkapkan hasil studi terbaru mengenai dampak ekonomi dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa (Maybank Marathon 2026).

Baca juga: Maybank Marathon 2026 berakhir dengan empat pemenang utama

Studi tersebut mencatatkan dampak langsung dari penyelenggaraan pada Agustus lalu terhadap perekonomian Provinsi Bali mencapai Rp229,9 miliar, alias melonjak dari Rp170,8 miliar pada tahun 2025. Perhitungan dampak ekonomi dalam studi itu didasarkan pada jumlah peserta Maybank Marathon 2026.

Kenaikan dampak ekonomi itu slaah satunya bersumber dari bertambahnya jumlah peserta dan meningkatnya aktivitas belanja selama berada di Pulau Dewata.

Terkait jumlah pelari tercatat meningkat menjadi 14.100 orang, dibandingkan tahun sebelumnya yakni 13.600 peserta. Sedangkan, rata-rata pengeluaran peserta naik dari Rp12,5 juta menjadi Rp16,3 juta per orang.

Hasil studi itu juga menyatakan kontribusi terbesar datang dari peserta mancanegara/warga negara asing (WNA). Rata-rata pengeluaran mereka mencapai Rp40,1 juta per orang atau naik dari Rp27,7 juta pada 2025, dengan rata-rata durasi tinggal hingga sembilan hari di Bali. Sementara durasi tinggal peserta domestik/WNI di Bali rata-rata tiga hingga empat hari.

Baca juga: PB PASI: Maybank Marathon jadi parameter ajang lari Tanah Air

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.