Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyalurkan bantuan sosial kepada 640 warga rentan yang terdiri atas lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan anak terlantar di Kabupaten Nabire.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah Roni Misikmbo di Nabire, Sabtu, mengatakan bantuan diberikan sesuai kebutuhan masing-masing kelompok penerima manfaat.

“Tahun ini kita berikan bansos untuk penerima manfaat 300 lansia, 100 penyandang disabilitas, dan 240 anak terlantar yang menjadi penerima manfaat,” ujarnya.

Ia mengatakan, bansos tersebut diberikan sesuai kebutuhan kelompok rentan. Pada kelompok lansia dan penyandang disabilitas, bansos yang diberikan berupa bahan pangan berupa beras 5 kilogram, satu rak telur, dan susu.

Sementara bagi anak terlantar, bantuan diarahkan pada perlengkapan yang menunjang kebutuhan mereka di panti atau asrama, termasuk kasur sebagai peralatan tidur.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan oleh Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah diprioritaskan bagi penerima manfaat yang berada di dalam panti atau lembaga sosial.

"Sedangkan yang berada di luar panti menjadi kewenangan Dinas Sosial Kabupaten Nabire," ujarnya.

Ia mengatakan, setelah penyerahan bantuan secara simbolis petugas Dinas Sosial Papua Tengah akan melanjutkan penyaluran ke sejumlah panti asuhan di Kabupaten Nabire.

Penyaluran tersebut mencakup belasan titik, mulai dari wilayah Wanggar hingga kawasan Kota Nabire.

Bantuan sosial tersebut disalurkan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Dinas Sosial yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

Menurut dia, penyaluran bantuan berdasarkan kebutuhan penerima diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai kondisi masing-masing kelompok warga yang membutuhkan pelayanan sosial.

Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.