Pasti-Papua perkuat kapasitas kader posyandu dukung penurunan stunting - ANTARA News Papua Tengah
Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melalui proyek Pasti Papua memperkuat kapasitas kader posyandu sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer untuk mempercepat penurunan stunting dan memperluas pelayanan kesehatan bagi seluruh kelompok usia.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire Ishaq Pawennari di Nabire, Selasa, mengatakan penguatan kapasitas kader diperlukan seiring dengan penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menjadikan posyandu melayani masyarakat sepanjang siklus hidup, mulai dari bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
"Posyandu ke depan diharapkan mampu melayani seluruh siklus hidup manusia, sehingga dibutuhkan kader yang memiliki standar keterampilan dasar yang memadai agar pelayanan yang diberikan benar-benar berkualitas," katanya.
Ia menjelaskan transformasi tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 01.07/Menkes/2015/2025 tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.
Dia menjelaskan posyandu memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat kampung melalui pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, pemantauan gizi, serta edukasi kesehatan.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi kader menjadi salah satu langkah penting agar pelayanan kesehatan dasar semakin merata dan mampu berkontribusi terhadap percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nabire.
"Kami berharap seluruh kader dapat menerapkan 25 keterampilan dasar secara konsisten sehingga pelayanan posyandu di Kabupaten Nabire terus meningkat kualitasnya dan berkontribusi nyata dalam upaya percepatan penurunan stunting," ujarnya.
Penguatan kapasitas kader tersebut difasilitasi melalui Proyek Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia-Papua (PASTI-Papua), hasil kerja sama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan dukungan pendanaan PT Freeport Indonesia serta Wahana Visi Indonesia sebagai pelaksana program di lapangan.
Senior Program Manager PASTI-Papua Julia Christine Sagala mengatakan penguatan kapasitas kader dilakukan untuk menyamakan standar kompetensi kader posyandu dalam mendukung implementasi ILP di tingkat kampung.
Ia menjelaskan posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan balita, tetapi telah berkembang menjadi Posyandu Siklus Hidup yang memberikan layanan kepada seluruh kelompok usia.
"Harapannya mama-mama kader dapat memperoleh pengetahuan dan menerapkannya di posyandu masing-masing sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin baik," katanya.
Program PASTI-Papua dilaksanakan di Kabupaten Nabire dan Mimika di Provinsi Papua Tengah serta Kabupaten Asmat di Provinsi Papua Selatan sebagai bagian dari dukungan terhadap percepatan penurunan stunting di Papua.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.